TANGERANG, KOMPAS.com — Serbuan produk tekstil asal China ke Indonesia akibat berlakunya kebijakan perdagangan bebas China-ASEAN atau CAFTA dinilai akan menguntungkan sebagian pedagang tekstil. Produk tekstil China yang memiliki motif lebih banyak dinilai mampu menarik lebih banyak pembeli.
Setidaknya, begitulah menurut Saiful, seorang pedagang tekstil di pasar tekstil Cipadu Kreo, Tangerang, Banten, saat ditemui di tokonya, Rabu (6/1/2010). "Kalau dibilang mengancam enggak, kan dia lebih banyak motifnya. Walau kualitasnya kita belum tahu," ujar Saiful.
Meskipun saat ini produk China belum sampai ke pasar Cipadu, Saiful yang mengaku telah melihat katalog tekstil China merasa iri dengan pedagang Tanah Abang yang telah menerima pasokan tekstil Negeri Tirai Bambu tersebut.
Mengenai harga produk China yang diberitakan lebih murah ketimbang produk domestik, Saiful berpendapat, "Itu kan awal-awal, memang lebih murah. Namanya juga promosi. Dulu produk Korea juga murah," imbuhnya.
Seperti yang diberitakan, produk tekstil China belum sampai di pasar Cipadu meskipun menurut sebagian pedagang tekstil Cipadu sudah banyak pembeli di pasar Cipadu yang berniat membeli produk China tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang