Tekstil China Lebih Bagus, Pedagang Untung

Kompas.com - 06/01/2010, 13:23 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Serbuan produk tekstil asal China ke Indonesia akibat berlakunya kebijakan perdagangan bebas China-ASEAN atau CAFTA dinilai akan menguntungkan sebagian pedagang tekstil. Produk tekstil China yang memiliki motif lebih banyak dinilai mampu menarik lebih banyak pembeli.

Setidaknya, begitulah menurut Saiful, seorang pedagang tekstil di pasar tekstil Cipadu Kreo, Tangerang, Banten, saat ditemui di tokonya, Rabu (6/1/2010). "Kalau dibilang mengancam enggak, kan dia lebih banyak motifnya. Walau kualitasnya kita belum tahu," ujar Saiful.

Meskipun saat ini produk China belum sampai ke pasar Cipadu, Saiful yang mengaku telah melihat katalog tekstil China merasa iri dengan pedagang Tanah Abang yang telah menerima pasokan tekstil Negeri Tirai Bambu tersebut.

Mengenai harga produk China yang diberitakan lebih murah ketimbang produk domestik, Saiful berpendapat, "Itu kan awal-awal, memang lebih murah. Namanya juga promosi. Dulu produk Korea juga murah," imbuhnya.

Seperti yang diberitakan, produk tekstil China belum sampai di pasar Cipadu meskipun menurut sebagian pedagang tekstil Cipadu sudah banyak pembeli di pasar Cipadu yang berniat membeli produk China tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau