JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperingatkan pemerintah agar tidak terlalu tinggi mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Deputi Gubernur Senior Darmin Nasution mengatakan neraca pembayaran akan mengalami defisit jika pemerintah mematok angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Bila pertumbuhan meningkat, impornya akan naik lebih cepat dari ekspornya. Biasanya transaksi berjalannya pada neraca pembayaran akan defisit" ujar Darmin di Gedung BI, Jakarta, Rabu (6/1/10).
Menurutnya, teori tersebut berlaku dalam kondisi perekonomian yang normal. Bahkan, hal ini telah berlaku sejak kisaran 20-30 tahun yang lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen di tahun 2014 nanti. Jika target pertumbuhan ekonomi tersebut tercapai, Darmin memperkirakan neraca pembayaran akan mengalami defisit.
"Jika pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen misalnya, biasanya transaksi berjalannya di neraca pembayaran akan defisit," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang