Imparsial: Angkat Sjafrie Syamsuddin sebagai Wakil Menhan, Presiden Terlalu Permisif

Kompas.com - 06/01/2010, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) mempertanyakan kebijakan Presiden mengangkat Sjafrie Syamsuddin sebagai Wakil Menteri Pertahanan, yang berlangsung hari Rabu (6/1/2010) ini. Hal tersebut terkait persoalan HAM yang menyeret nama Sjafrie Sjamsoeddin pada awal masa reformasi dan belum tuntas sampai saat ini.

"Kebijakan politik Presiden dalam pengangkatan itu terlalu permisif dan menunjukkan ketidakpekaan Presiden terhadap persoalan penegakan HAM," ucap Peneliti Imparsial, Junaidi Simon, di Kantor Imparsial, Rabu.

Imparsial menilai pengangkatan itu patut untuk dipertanyakan. Hingga kini Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin masih belum dibuktikan tidak bersalah dalam serangkaian kasus kejahatan serius terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia. "Di titik itu, Imparsial secara tegas mempertanyakan apa sesungguhnya alasan dan dasar pertimbangan Presiden," katanya.

Imparsial berpendapat, pengangkatan tersebut dapat menimbulkan masalah baru dan kerumitan tersendiri bagi Presiden dalam menjelaskannya di dunia internasional. Sjafrie Sjamsoeddin beberapa waktu lalu pernah ditangkal masuk ke Amerika Serikat oleh pemerintah Amerika Serikat sendiri.

"Dengan belum tuntasnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu dan adanya penangkalan dari pemerintah AS seharusnya Presiden pertama-tama melakukan public security dengan melibatkan Komnas HAM sebelum melakukan pengangkatan," tuturnya.

Presiden sebenarnya dapat memilih calon lain yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan itu. "Kami yakin bahwa di tubuh purnawirawan TNI maupun kalangan sipil masih banyak yang bersih dari masalah dan cakap menjadi wakil menteri pertahanan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau