TIMIKA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga orang perempuan ikut menjadi korban pertikaian antar dua kelompok warga di Kwamki Lama, Kelurahan Harapan, Timika, Papua, Rabu (6/1/2010).
Salah seorang di antaranya, Melince Wamang, harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk mengeluarkan anak panah yang tertancap pada paha kirinya.
Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Mimika, Welmince terlihat tertidur di atas sebuah tempat tidur pasien ditemani seorang ibu tua yang merupakan kerabatnya.
Dr Sieltiel selaku dokter jaga pada UGD RSUD Mimika mengatakan, Welmince baru selesai menjalani pembedahan pada kakinya untuk mengeluarkan anak panah.
Welmince terkena anak panah pada pertikaian antar kelompok atas dan bawah di Kwamki Lama pada Rabu siang tadi.
Saksi di lokasi kejadian menyebutkan, Welmince ikut terlibat pertikaian dan berperan sebagai pemegang tameng yakni daun seng dari kelompok bawah pimpinan Yohanes Yolemal.
Perempuan yang masih muda ini sontak terkapar saat sebuah anak panah yang dilesakkan kubu lawan menembus paha kirinya.
Ia digotong dua lelaki menuju mobil ambulans untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD Mimika.
Dua perempuan lain yang juga menjadi korban pertikaian antar warga di Kwamki Lama yaitu Arina Kumabak dan Okonta Murib.
Arina terkena peluru senapan angin pada pelipis matanya. Sedangkan Okonta terkena anak panah pada telapak kaki kirinya.
Selama berlangsung pertikaian antar dua kelompok warga di Kwamki Lama sejak Senin petang, kaum perempuan dari masing-masing kelompok terlihat ikut aktif mendukung kaum laki-laki dari kelompoknya.
Kaum perempuan bertugas memasak dan mempersiapkan perlengkapan perang seperti busur dan anak panah bahkan maju untuk memegang tameng dari daun seng di barisan terdepan pertahanan kelompoknya.
Pekikan dan teriakan khas para perempuan tersebut seakan sebagai pemicu semangat bagi kaum lelaki untuk terus maju bertempur, bahkan hingga tetes darah penghabisan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang