Giliran Sedimentasi Jadi Penyebab

Kompas.com - 06/01/2010, 20:59 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pendangkalan atau sedimentasi pada drainase dan sungai di Balikpapan, Kaltim, merupakan salah satu penyebab timbulnya banjir. "Sedimentasi pada drainase dan sungai adalah salah satu penyebab banjir di kota ini, karena air dengan tumpukan pasir yang meninggi di dasar sungai atau drainase," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Balikpapan, Syahrumsyah Setya, di Balikpapan, Rabu.
    
Tumpukan pasir pada dasar sungai serta drainase, bila hujan tiba dengan intensitas tinggi, air akan cepat meluap ke permukiman dan jalan di sekitarnya. "Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah melakukan pengerukan terhadap seluruh aliran sungai dan drainase yang ada di Balikpapan, guna meminimalisasi banjir jika hujan lebat dengan durasi lama mengguyur kota," katanya.
     
"Ada beberapa sungai kalau di Balikpapan terlihat lebar dan dalamnya sudah memadai, tapi ketika airnya surut terlihat pasir yang mengendap ternyata sangat banyak," kata Syahrumsyah
    
Pengerukan hanya diambil sebagai langkah antisipasi jangka pendek, karena untuk penanganan banjir jangka panjang salah satunya tentu mengubah kebiasaan warga untuk peduli terhadap lingkungan.    Misalnya, dengan tidak membuang sampah sembarangan, hingga tak boleh seenaknya mengupas lahan, karena akibat dari pengupasan lahan, apalagi yang di pinggir sungai, sebagian tanah ikut larut ke sungai.
    
Pengupasan lahan yang terjadi di Balikpapan biasanya terjadi  untuk membuka lahan baru untuk pembangunan permukiman atau fasilitas lainnya.
     
Namun, Pemkot Balikpapan saat ini melakukan pengawasan terhadap pengupasan lahan serta usaha-usaha untuk galian golongan C yang juga salah satu penyebab terjadinya sedimentasi karena pengerukan pasir untuk proyek.
    
Selain itu, Pemkot juga melakukan penanaman pohon, serta melarang penebangan di kawasan tangkapan air, katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau