UNS: Uji Kompetensi Secara Nasional Perlu Diberlakukan

Kompas.com - 07/01/2010, 11:07 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengusulkan untuk menentukan kualitas guru maupun penyelenggara sertifikasi, sehingga Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) perlu memberlakukan uji kompetensi secara nasional.

Demikian menurut Ketua Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 13 Prof Dr M. Furqon Hidayatullah di Solo Kamis (7/1/2010). Ketentuan tersebut, kata Furqon, perlu diberlakukan kepada peserta yang tidak lulus portofolio dan harus mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG).

"Untuk uji kompetensi secara nasional ini kami telah mengusulkan kepada Depdiknas, dan mendapat tanggapan positif mudah-mudahan dalam tahun 2010 bisa dilaksanakan," kata Furqon.

Diberlakukannya uji kompetensi, tambah Furqon, ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk memetakan lulusan PLPG beserta panitia penyelenggara. Artinya, peserta harus mempersiapkan diri dengan serius untuk ujian tersebut, tetapi PSG juga harus memberi materi dan ketrampilan yang cukup agar bisa mencapai standar kompetensi itu.

"Usulan tersebut sudah disampaikan dan dibahas dalam rapat koordinasi nasional dengan Depdiknas belum lama ini. Tetapi memang belum ada payung hukum pelaksanaannya. Hanya saja, pihaknya menargetkan pemberlakuan bisa dilaksanakan pada tahun 2010 ini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyatakan, bahwa Kementrian Pendidikan Nasional sedang bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyusun sertifikasi kompetensi keahlian. Proyek kerjasama tersebut, kata Fasli, baru kali pertama dilakukan oleh kedua lembaga ini.

"Kami akan segera menyusun framework kualifikasi kompetensi Indonesia," lanjut Fasli dalam jumpa pers Serapan Anggaran 2009, Evaluasi Program Kerja 100 Hari, serta Program Kerja 2010, di Depdiknas, Jakarta, Selasa (5/1/2010).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau