PAMEKASAN, KOMPAS.com - Warga tiga desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak menerima pembagian jatah elpiji dalam program konversi gas elpiji yang dilakukan pihak Pertamina dan pemkab setempat.
Tiga desa yang tidak menerima jatah elpiji dalam program konversi minyak tanah ke gas elpiji dalam pendistribusian tahap kedua itu masing-masing Desa Palesanggar, Plakpak, dan Desa Tanjung Kecamatan Palengaan. "Dari tiga desa ini hanya Desa Tanjung yang menerima, namun jumlahnya hanya sekitar 25 persen dari total jumlah KK penerima elpiji yang ada di desa itu," kata Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Pamekasan, Yudistinah, Kamis (7/1/2010).
Pihaknya mengaku telah melaporkan kepada pihak Pertamina tentang persoalan tersebut agar mereka segera mendapatkan bantuan elpiji.
Terkait dengan adanya paket elpiji yang dilaporkan rusak, Yudistinah meminta agar warga melaporkan kepada aparat desa. Sesuai ketentuan, paket elpiji yang rusak akan diganti. "Ini sudah menjadi komitmen pihak Pertamina dan rekanan pelaksana dengan Pemkab Pamekasan. Artinya setiap kerusakan akan diganti dengan catatan bukan karena disengaja," terang Yudistinah.
Di Pamekasan, jumlah kepala keluarga (KK) yang akan menerima program konversi dari minyak tanah ke elpiji itu sebanyak 210.771 kepala keluarga (KK), tersebar di 189 desa/kelurahan yang ada di 13 kecamatan.
Masing-masing kecamatan Tlanakan sebanyak 15.808 KK, Pademawu 21.333 KK, Galis 8.400 KK, Larangan, 14.577 KK, Pamekasan Kota, 22.342 KK dan Kecamatan Proppo sebanyak 18.936 KK.
Selanjutnya di Kecamatan Palengaan sebanyak 17.339 KK, Pegantenan 16.801 KK, Kadur 12.872 KK, Pakong 10.631 KK, Waru sebanyak 17.321, di Kecamatan Batumarmar sebanyak 17.202 KK dan terakhir di Kecamatan Pasean sebanyak 13.926 KK.
Pendistribusian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebanyak lima kecamatan dan telah selesai dilakukan hingga akhir 2009 dan tahap kedua juga di lima kecamatan. Salah satunya di wilayah Kecamatan Palengaan. "Kami berharap tidak ada pungutan dalam program pendistribusian paket elpiji ini, karena sesuai ketentuan program pemerintah pusat ini gratis," kata Yudistinah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang