Tanpa Elpiji di Pamekasan

Kompas.com - 07/01/2010, 18:20 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Warga tiga desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak menerima pembagian jatah elpiji dalam program konversi gas elpiji yang dilakukan pihak Pertamina dan pemkab setempat.
   
Tiga desa yang tidak menerima jatah elpiji dalam program konversi minyak tanah ke gas elpiji dalam pendistribusian tahap kedua itu masing-masing Desa Palesanggar, Plakpak, dan Desa Tanjung Kecamatan Palengaan. "Dari tiga desa ini hanya Desa Tanjung yang menerima, namun jumlahnya hanya sekitar 25 persen dari total jumlah KK penerima elpiji yang ada di desa itu," kata Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Pamekasan, Yudistinah, Kamis (7/1/2010).
   
Pihaknya mengaku telah melaporkan kepada pihak Pertamina tentang persoalan tersebut agar mereka segera mendapatkan bantuan elpiji.
   
Terkait dengan adanya paket elpiji yang dilaporkan rusak, Yudistinah meminta agar warga melaporkan kepada aparat desa. Sesuai ketentuan, paket elpiji yang rusak akan diganti. "Ini sudah menjadi komitmen pihak Pertamina dan rekanan pelaksana dengan Pemkab Pamekasan. Artinya setiap kerusakan akan diganti dengan catatan bukan karena disengaja," terang Yudistinah.
   
Di Pamekasan, jumlah kepala keluarga (KK) yang akan menerima program konversi dari minyak tanah ke elpiji itu sebanyak 210.771 kepala keluarga (KK), tersebar di 189 desa/kelurahan yang ada di 13 kecamatan.
   
Masing-masing kecamatan Tlanakan sebanyak 15.808 KK, Pademawu 21.333 KK, Galis 8.400 KK, Larangan, 14.577 KK, Pamekasan Kota, 22.342 KK dan Kecamatan Proppo sebanyak 18.936 KK.
   
Selanjutnya di Kecamatan Palengaan sebanyak 17.339 KK, Pegantenan 16.801 KK, Kadur 12.872 KK, Pakong 10.631 KK, Waru sebanyak 17.321, di Kecamatan Batumarmar sebanyak 17.202 KK dan terakhir di Kecamatan Pasean sebanyak 13.926 KK.
   
Pendistribusian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebanyak lima kecamatan dan telah selesai dilakukan hingga akhir 2009 dan tahap kedua juga di lima kecamatan. Salah satunya di wilayah Kecamatan Palengaan. "Kami berharap tidak ada pungutan dalam program pendistribusian paket elpiji ini, karena sesuai ketentuan program pemerintah pusat ini gratis," kata Yudistinah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau