Bisakah Saya Hamil kalau...?

Kompas.com - 08/01/2010, 11:58 WIB

KOMPAS.com — Harus diakui, pendidikan dan pemahaman masyarakat tentang seks masih minim sekali. Nyatanya, masih banyak orang tak bisa menjawab pertanyaan sederhana dan sangat umum seputar kehamilan. Di antaranya, pertanyaan seperti berikut ini:

Bisakah saya hamil ketika saat berhubungan seks, tanpa kondom, lalu si pria menarik penis sebelum ejakulasi?
Ya, tentu saja! Kita tidak bisa memastikan apakah pasangan telah menarik penis menjauhi vagina menjelang ejakulasi. Terdapat suatu zat yang mendahului mani yang disebut cairan pra-ejakulasi. Cairan ini dilepaskan lebih dahulu sebelum ejakulasi, dan cairan ini mengandung sel sperma, yang bisa menyebabkan kehamilan. Lagipula, pria normal akan kesulitan untuk menarik penis saat sedang menikmati hubungan seks. Ejakulasi di bagian permukaan luar, baik di bibir vagina maupun sisi luar vagina, dapat dan telah menyebabkan kehamilan.

Bisakah saya hamil jika berhubungan seks saat menstruasi?
Bisa. Pendarahan saat masa menstruasi tidak berhubungan dengan proses ovulasi, yakni saat telur dikeluarkan dari ovum. Keduanya dapat terjadi dalam waktu yang berbeda.

Bisakah saya hamil dengan berhubungan seks di shower, bath tub, atau hot tub?
Bisa. Menurut dr Elfahmi Noor Azis, SpOG, jika ejakulasi terjadi dalam vagina, kemungkinan hamil tentu saja besar. Karena menurutnya, pergerakan sperma sesaat setelah ejakulasi sangat cepat, kurang dari satu menit. Namun itu pun bergantung dari kemampuan mobilitas sperma, yang akan berbeda pada setiap pria. Ketika sperma ditumpahkan, lanjut ginekolog lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar, ini, sperma dengan cepat melewati saluran telur menuju sel telur. "Tetapi, ada juga sperma yang begitu dikeluarkan bergerak lambat, bahkan mati," jelasnya.

Sperma membutuhkan media yang tepat untuk bisa bertahan dan hidup, seperti tingkat asam basa pada vagina. "Air bukan media yang baik untuk sperma," katanya. Namun jika sperma dikeluarkan di dalam vagina, meski berhubungan badan di bath tub misalnya, kemungkinan hamil cukup efektif.

Apakah kondom bisa menjamin 100 persen pencegahan kehamilan?
Tidak. Dr Elfahmi menerangkan, tidak ada alat kontrasepsi yang bisa menjamin 100 persen pencegahan kehamilan. Kondom memang cukup efektif mencegah kehamilan, namun, kualitas kondom sangat menentukan. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana karet pada pangkal penis bisa menahan sperma dan tidak membuat sperma tumpah ke dalam vagina. "Kondom yang longgar bisa juga menyebabkan sperma tumpah. Ini bisa terjadi karena kondisi dan suasana pada saat 'kontak' badan", jelasnya.

Bisakah saya hamil saat mengonsumsi pil pengontrol kelahiran?
Bisa. Pil KB mencegah ovulasi dan membuat sel telur lebih kental, sehingga sperma terjebak dan tidak bisa masuk, bahkan membuahi telur. Pil juga harus rutin diminum tepat pada jam yang telah ditentukan. Jika tidak bisa mengatur kedisiplinan Anda mengkonsumsi pil, rasanya cara ini juga belum tentu bisa mencegah kehamilan.

Amankah berhubungan seks sesaat setelah minum pil?
Tidak. Dr Elfahmi menjelaskan, pil akan efektif setelah enam hingga delapan jam setelah dikonsumsi.

Bisakah saya hamil jika saya lupa minum pil?
Bisa. Kembali pada penjelasan sebelumnya, rutin, teratur dan tidak boleh lupa, ini menjadi aturan dan prosedur yang berlaku tegas  jika Anda memilih pil sebagai pengontrol kehamilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau