ICW Laporkan Dugaan Korupsi di KBRI Bangkok ke KPK

Kompas.com - 08/01/2010, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Corruption Watch melaporkan dugaan korupsi dana taktis di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Thailand, kepada Komisi Pemberantas Korupsi, Jumat (8/1/2009). Berdasarkan analisis ICW, kasus penyalahgunaan dana tersebut menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp 1,8 miliar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Investigasi ICW, Agus Sumaryanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta. "Kita meminta KPK meneliti dulu baru diambil alih jika penanganannya di Jaksa Agung dihentikan," ujar Agus Sumaryanto.

Menurut Agus, saat ini perkara korupsi penyimpangan penggunaan sisa dana KBRI Bangkok tersebut sedang dalam proses penyidikan Kejaksaan Agung. Namun dalam perkembangannya muncul indikasi adanya upaya Kejaksaan Agung untuk menghentikan penyidikan dengan mengarahkan perkara tersebut pada persoalan administrasi semata.

Untuk itulah, ICW mendesak KPK untuk lebih tegas melakukan supervisi terhadap Kejaksaan Agung atas kasus ini. "Kalau Kejaksaan mandek, mau tidak mau ya KPK," imbuh Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau