Menanti Babak Konfrontasi Petinggi BI

Kompas.com - 08/01/2010, 13:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menguak kasus pengucuran dana talangan atau bail out Bank Century mungkin bak mengurai benang kusut. Menemukan pangkalnya, membuka simpulnya, dan mengurai dari pangkal hingga ujungnya.

Sejumlah petinggi Bank Indonesia, mulai dari Wakil Presiden yang mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono, para deputi gubernur, hingga para direktur sudah dimintai kesaksian di Pansus Angket Pengusutan Kasus Bank Century.

Dari para pejabat di "Ring 1" BI, jawaban "lupa" dan "tidak tahu" kerap dilontarkan. Jawaban lainnya, saling lempar ke pejabat di bawahnya. Hal ini sempat membuat geram anggota pansus.

Tak jarang, para anggota mengingatkan para pejabat bank sentral itu agar memberikan keterangan sebenarnya karena sudah disumpah sebelumnya.

Saling lempar tanggung jawab dan perbedaan jawaban membuat pansus merencanakan konfrontasi antarsesama petinggi BI. Boediono akan kembali memberikan kesaksian pekan depan.

Miranda Goeltom juga akan dijadwalkan kembali untuk diminta memberi keterangan setelah tiga saksi yang dihadirkan malam tadi menunjukkan peran besar mantan deputi gubernur ini dalam proses fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) untuk Bank Century.

"Bu Miranda akan kami panggil lagi, mungkin sekitar akhir Januari. Akan dikonfrontasi karena ada keterangan berbeda yang disampaikannya dan bawahannya. Dari fakta-fakta baru yang ditemukan Pansus, ternyata peranan Boediono dan Miranda besar sekali untuk mendorong Bank Century menerima Penyertaan Modal Sementara dan FPJP," kata anggota pansus asal Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, Jumat (8/1/2010), kepada Kompas.com.

Untuk mengungkap proses merger tiga bank yang merupakan cikal bakal Bank Century, para petinggi BI yang akan dikonfrontasi di antaranya mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan, Anwar Nasution dan Maman Sumantri, serta mantan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah.

Dari proses FPJP, Miranda Goeltom kemungkinan akan dikonfrontasi dengan Direktur BI bidang Pengawasan Bank.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau