2,2 Juta Wisman ke Bali Takkan Terulang

Kompas.com - 09/01/2010, 14:04 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Jumlah wisatawan mancanegara ke Bali pada 2009 dinilai sangat fenomenal, yakni mencapai 2,2 juta orang. Itu merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah kunjungan wisman ke Bali. Namun, angka kunjungan tersebut diprediksi tidak akan terulang tahun ini.

Salah satu pemilik jaringan pariwisata Grup Santrian, Ida Bagus Sidharta Putra, menyatakan, sepanjang 2009, Bali mendapat limpahan wisatawan yang sedianya berwisata ke Thailand. Kondisi kepariwisataan di Negeri Gajah Putih itu tahun kemarin buruk akibat kisruh politik dalam negeri.

"Saya kira sulit mengulang tingginya jumlah wisman tahun lalu di tahun ini seiring membaiknya kondisi politik Thailand. Pemesanan kamar pada awal tahun ini pun tidak sebaik tahun lalu. Sudah ada beberapa pembatalan dari wisatawan Rusia dan Eropa lainnya, itu berarti mereka masih atau baru terkena imbas krisis keuangan global," kata Sidharta Putra di Denpasar, Sabtu (9/1/2010).

Regional Director Market Management Agoda, sebuah biro perjalanan wisata yang berkantor pusat (untuk kawasan Asia Pasifik) di Bangkok, Thailand, Oliver Libutzki, menyatakan hal senada. Menurut dia, pariwisata Thailand dan juga Malaysia telah berbenah dan optimistis bangkit tahun ini. Pemesanan kunjungan ke Thailand tahun ini, kata dia, sudah mencapai 60.000 orang per hari.

"Thailand punya pantai yang jauh lebih indah dari Bali. Bali sudah kotor dan macet. Waktu tempuh dari kawasan lain, termasuk Eropa dan Amerika, lebih singkat dibanding Bali. Jadi, jika ingin bertahan, maka Bali harus bekerja sangat keras," kata Oliver.

Jumlah wisman ke Bali pada 2009 ditargetkan 1,9 juta orang setelah pada awal dipatok 2,1 juta orang. Revisi dilakukan terkait terjadinya krisis ekonomi global. Jumlah kunjungan wisman tahun 2008 sebanyak 1,8 juta orang. Target kunjungan tahun ini dipatok antara 2,3 juta dan 2,5 juta orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau