CARACAS, KOMPAS.com - Sambil berteriak beli, beli, dunia akan mati, rakyat Venezuela dengan panik belanja pada Sabtu (9/1/2010), menyusul devaluasi tajam mata uang Venezuela, yang diperkirakan akan membuat harga melambung.
Presiden Hugo Chavez mengumumkan sistem ganda bagi kurs tetap bolivar pada Jumat malam, sementara kebanyakan negara sedang menonton pertandingan baseball.
Pada Sabtu, kabar menyebar dengan cepat saat rakyat membaca surat kabar pagi dan mendengarkan berita radio di berbagai kafetaria Caracas.
Konsumen pun memenuhi toko elektronik. Dengan panik mereka memilih komputer dan televisi impor, sebelum harga naik.
"Saya telah antre selama dua jam di luar untuk membeli satu televisi dan dua pengeras suara karena mulai Senin semuanya harga naik dua kali lipat," kata Miguel Gonzalez, 56, insinyur, yang berdiri kepanasan di luar satu toko terkenal.
Politisi oposisi meraih kesempatan tersebut untuk mengecam cara Chavez menangani ekonomi. Walikota Caracas Antonio Ledezma mengatakan, standard hidup rakyat Venezuela akan merosot.
"Jika anda harus membeli kulkas buat rumah anda besok, harganya akan menjadi dua kali lipat, jika anda membelinya sampai Jumat," kata Ledezma.
Pemerintah mengakui harga akan naik setelah devaluasi, tapi menyatakan kecenderungan naik akan dilakukan secara bertahap.
Stasiun radio dan televisi yang dikelola negara menghindari penggunaan kata devaluasi, dan memilih kata penyesuaian.
Satu stasiun radio pro-Chavez menanggapi kritikan tersebut, dengan memutar lagu terkenal Argentina Imbecile.
Meskipun minyak memenuhi sektor lain ekonomi, Venezuela sangat bergantung atas impor barang-barang konsumen, sehingga negara tersebut menjadi sasaran perubahan besar harga yang tergantung atas nilai tukar.
Orang Venezuela yang berusia lanjut sudah terbisa dengan kerugian besar nilai mata uang mereka, sejumlah devaluasi dan rezim mata uang selama tiga dasawarsa belakangan dirundung kemelut ekonomi.
Inflasi yang tertinggi di negara Amerika, sebesar 25 persen tahun lalu, mencapai 103 persen pada 1996, setelah presiden terdahulu mencabut pengendalian harga dan saham.
Kebijakan pengeluaran besar oleh Chavez selama berkah minyak, yang dipicu oleh booming besar-besaran konsumen dan pertumbuhan sangat cepat yang berhenti ketika harga minyak terjerembab satu tahun lalu.
Kemerosotan tajam penghasilan dari minyak juga dapat merusak harga bolivar dan membuat devaluasi tak terelakkan pada satu masa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang