Jakarta Contemporary Ceramic Biennale Hadir Di Ancol

Kompas.com - 10/01/2010, 15:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Contemporary Ceramic Biennale (JCCB), ajang unjuk karya dari sejumlah seniman keramik lokal dan internasional, digelar di Outbondholic, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2010) ini. Dalam JCCB ini, sejumlah artist keramik dari Indonesia dan beberapa negara sahabat, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Belanda memamerkan keramik-keramik indah buatan mereka.

Untuk Indonesia sendiri, beberapa artist keramik dari sejumlah daerah turut ambil bagian dalam pameran ini, antara lain Kurniawaty Gautama (Jakarta), Handiwirman Saputra (Yogyakarta), dan Desziana Machmud (Bandung). Dibandingkan dengan peserta pameran dari negara lain, jumlah artist perwakilan Indonesia yang turut unjuk karya dalam pameran tersebut adalah yang terbanyak.

Sebenarnya, hari ini bukan hari pertama hadirnya JCCB di Jakarta. JCCB sendiri sudah digelar sejak 19 Desember 2009 lalu, dan masih akan berlangsung hingga 20 Januari 2010 nanti. Meskipun sudah berlangsung hampir 1 bulan, hingga hari ini acara tersebut masih ramai dikunjungi orang.

Sejumlah pengunjung yang rata-rata peminat dan pecinta seni keramik tampak masih antusias berdatangan ke pameran itu. Bahkan, beberapa di antaranya adalah wisatawan asing. Namun, banyak juga di antara para pengunjung tersebut adalah keluarga-keluarga yang sengaja datang karena ingin melewatkan libur akhir pekan dengan cara berbeda.

Seperti yang diakui oleh Rahman, salah seorang pengunjung JCCB. Akhir pekan ini Rahman dan istri sengaja mengajak anak-anaknya ke pameran tersebut agar mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda dan lebih edukatif. "Ya, saya sengaja datang liburan ini bawa anak-anak untuk melihat pameran ini supaya anak-anak bisa tahu dan belajar seni-lah. Apalagi seni keramik kan, jarang-jarang, jadi menarik. Selama ini kan liburan senang-senang saja. Yah, sekarang cari yang berbeda dan mendidik buat anak-anak lah," ujar bapak dua anak itu saat diwawancarai Kompas.com di Outbondholic, Ancol, Minggu (10/1/2010).

Sementara itu, selain pameran beragam karya seni keramik instalasi, dalam JCCB juga diadakan sesi khusus presentasi dan sharing langsung dari para artist pembuat keramik kepada pengunjung mengenai proses sekaligus pengalaman mereka selama pembuatan karya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau