Dibantah, Pencopotan Zainal Abinin Karena Tolak Permintaan Boediono

Kompas.com - 10/01/2010, 18:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rohadi membantah pencopotan Zainal Abidin sebagai Direktur Pengawasan Bank menjadi Peneliti Senior BI, karena menolak permintaan Gubernur BI Boediono. Permintaan itu terkait dengan perubahan PBI yang mengatur ratio kecukupan modal (Capital Adequati Ratio/CAR) agar bisa menyuntik dana segar ke Bank Century dengan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).

"Itu bukan dicopot, akan tetapi dipindahkan. Itu biasa di BI untuk penyegaran. Pemindahan itu juga bukan dia sendiri, akan tetapi ada yang lainnya di bawah dia. Meskipun menjadi peneliti, akan jabatan itu selevel dengan jabatan sebelumnya," kilah Budi yang dihubungi Minggu (10/1/2010).

Seperti diberitakan sebelumnya, Zainal-lah yang mengungkapkan dalam rapat pansus Bank Century, bahwa Boediono menangis dalam rapat 13 November 2008. Hal ini kemudian diartikan sebagai beratnya tekanan yang dialami BI untuk memutuskan bail-out terhadap bank milik Robert Tantular tersebut.

Menurut Budi,  Zainal Abidin tak berhak menyampaikan pandangan tentang tidak perlunya perubahan PBI tentang CAR yang terkait Bank Century. "Itu hanya pandangan dia secara pribadi dan secara teknis, tanpa mempertimbangkan kondisi dan aspek lainnya yang tidak luas seperti kondisi ekonomi dan krisis yang tengah berlangsung yang dilihat oleh jajaran Dewan Gubernur," tambah Budi.

Budi juga mengatakan, setelah Dewan Gubernur memutuskan perubahan PBI, Zainal-lah yang melaksanakan PBI itu untuk Bank Century sebelum dia pindah.

Ditanya bahwa Zainal kini berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) setelah memberikan kesaksian di Pansus DPR, Budi hanya berkomentar, "Terserah dia. BI tidak akan mengancam-ancam dia." tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau