HUT Indosiar Ke-15, Karyawan Minta Naik Gaji

Kompas.com - 11/01/2010, 12:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari ulang tahun Indosiar ke-15 diwarnai dengan unjuk rasa karyawan Indosiar. Sekitar 500 karyawan Indosiar melakukan unjuk rasa di depan kantor Indosiar. Senin (11/1/2010) adalah putusan final Serikat Karyawan Indosiar setelah melewati perundingan panjang melalui usulan surat dan pertemuan dengan Direktur Utama Indosiar.

Karyawan sudah mengajukan kenaikan gaji pokok sejak akhir 2008 hingga saat ini, tetapi belum tercapai kesepakatan sehingga hari ini karyawan melakukan aksi. Mereka memberikan karangan bunga sebagai ucapan ulang tahun dan juga sebagai ungkapan sindiran atas nasib yang menimpa mereka.

Salah satu karyawan yang tengah melakukan orasi di atas mobil bak terbuka, Irene Quarto, mengatakan, sebelum melakukan unjuk rasa, dirinya menerima SMS berisi ancaman dari nomor yang tak dikenal.

"Lebih baik simpan uangmu daripada digunakan untuk berdemo. Dalam jangka waktu tiga bulan dari sekarang silakan bekerja di televisi lain supaya bisa membeli susu untuk anakmu si kecil yang lucu," ucap Irene mengenai bunyi SMS itu.

Bentuk intimidasi lainnya adalah diacaknya sinyal telepon genggam pada saat unjuk rasa berlangsung.

Dalam aksinya, karyawan menuju Gedung Indocement, Jl Sudirman, untuk menemui Anthony Salim sebagai CEO Indosiar. Aksi ini memacetkan lalu lintas dari arah Daan Mogot menuju Gatot Subroto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau