SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara menginginkan sebuah pembicaraan damai dengan Amerika Serikat dan pengakhiran sanksi sebagai syarat untuk melanjutkan negosiasi multirateral penghapusan senjata nuklir.
Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan dalam sebuah pernyataan, Senin, bahwa kelanjutan pembicaraan penghapusan nuklir yang melibatkan enam negara tergantung pada perbaikan hubungan dengan AS. Negara itu juga meminta adanya sebuah perjanjian damai.
Pernyataan tersebut, yang disiarkan Kantor Berita Korean Central, menyatakan bahwa dalam membangun kepercayaan antara Korut dan AS, sangat penting untuk melakukan sebuah perjanjian damai bagi pengakhiran perang, akar dari hubungan permusahan selama ini. Perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dengan sebuah gencatan senjata, bukan dengan sebuah perjanjian damai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang