JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dukungannya terhadap enam daerah yang diidentifikasi sebagai koridor ekonomi baru bagi pemicu peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Target pertumbuhan ekonomi nasional 2010 berkisar 5-5,5 persen. Adapun target lima tahun mendatang sebesar 7 persen.
Enam daerah itu adalah Sumatera Timur, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Papua.
Dukungan Presiden Yudhoyono disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dalam keterangan pers, seusai mendampingi Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Masayuki Naoshima bertemu dengan Presiden di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (11/1/2010) siang.
Enam daerah Koridor Ekonomi yang merupakan potensi ekonomi itu diidentifikasi oleh sebuah lembaga riset bantuan Jepang berkedudukan di Jakarta, yang disebut Economic Riset Institute for ASEAN and East Asia (Eria).
"Presiden Yudhoyono mendukung Economic Coridor yang di-study oleh Eria di mana hasil identifikasinya ada enam daerah di Indonesia sebagai Economic Coridor yang berpotensi memicu pertumbuhan ekonomi baru," tandas Mari.
Menurut Mari, enam daerah itu memiliki berbagai potensi ekonomi yang tinggi di Indonesia.
Oleh sebab itu, enam Koridor Ekonomi harus mendapat perhatian yang sama seperti kawasan ekonomi khusus lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang