Aksi Lempar Telur Warnai Evakuasi Anggodo

Kompas.com - 11/01/2010, 22:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Aksi lempar telur mewarnai evakuasi Anggodo Widjojo. Adik buron KPK, Anggoro Widjojo itupun batal memberikan keterangan pers.

Aksi lempar telur itu terjadi saat Anggodo selesai menjalani pemeriksaan lanjutan oleh KPK, sekitar pukul 22.12 WIB, Senin (11/1/2010) malam ini. Anggodo yang didampingi sejumlah kuasa hukumnya digiring menuju mobil sedan toyota silver yang telah stand by di depan kantor KPK.

Namun, selain kerumunan wartawan yang menyambutnya, Anggodo juga dicegat aksi demo. Aksi mulai menjadi anarkis saat salah satu pendemo yang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta itu naik ke kap mobil sedang Anggodo dan loncat-loncat sambil meneriakkan "Gantung Anggodo, Gantung Anggodo" hingga membuat kap mobil penyok.

Saat kerumunan wartawan mencoba mengambil statetemen Anggodo, aksi para pendemo tambah panas. Anggodo pun akhirnya memilih bungkam dan terus saja menuju mobilnya, sementara kalangan wartawan mulai gelisah karena tidak mendapatkan statemen Anggodo dan terus mendesak agar dia bicara.

Ketika sudah masuk dalam mobil dan mulai dijalankan, sejumlah pendemo lain tiba-tiba melemparkan beberapa butir telur ke mobil Anggodo dan menggebraknya. Mobil Anggodo pun mulai tancap gas mendapat serangan itu

Sedangkan kalangan media yang telah menunggu lama untuk dapat statemen Anggodo jadi kesal dan gantian menguber pelaku pelemparan. Apalagi sebagian telur mengenai peralatan liputan wartawan seperti kamera shooting dan kamera foto.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Namun pelaku pelemparan lolos. Sementara koordinator aksi diamankan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Pengacara Anggodo Bonaran Situmeang menyesalkan insiden pelemparan telur dan perusakan mobil Anggodo. Dia mengatakan akan mempertanyakan keamanan KPK.

"Apa memang KPK nggak aman lagi? Kalau tidak aman biar kita bawa pengamanan sendiri, atau tidak akan datang," ancamnya.

Menurut Bonaran, Anggodo sebenarnya sudah siap menjawab pertanyaan media. Namun karena merasa terancam, dia tidak jadi memberikan statemen. "Lihat sendiri mobil saya diinjak-injak," tambahnya.

Terkait pemeriksaan Anggodo, Bonaran menyatakan Anggodo ditanya 10 pertanyaan. Namun dia tidak tahu terkait apa saja karena belum sempat bicara dengan Anggodo.

Rencananya, pemeriksaan terhadap Anggodo dilanjutkan, Selasa siang.  "Rencana besok siang akan dilanjutkan lagi," kata Bonaran.

Anggodo sendiri diketahui datang ke KPK sekitar pukul 08.50 WIB. Berarti dia diperiksa sekitar 12 jam. Pemeriksaan sendiri dimulai pukul 10.00 WIB.

Lamanya pemeriksaan menurut Bonaran karena Anggodo kemungkinan perlu mengingat-ingat lagi dan mengoreksi pernyataan yang salah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau