TIMIKA, KOMPAS.com - Anggota Polres Mimika kini disiagakan di Kwamki Lama untuk mencegah berlanjutnya aksi saling serang dua kelompok warga di wilayah itu. Penempatan anggota ini sebagai respons atas warga setempat yang minta diterapkannya hukum positif.
"Kami akan posisikan anggota dan peralatan seperti saat ini dan tidak akan mengizinkan warga untuk terlibat perang lagi," kata Kapolres Mimika, saat bertemu warga Kwamki Lama, Senin.
ISagi mengharapkan warga Kwamki Lama mengubah paradigma pemikiran yang selalu mengedepantkan adat "nyawa ganti nyawa, gigi ganti gigi" dalam menyelesaikan berbagai persoalan di antara mereka.
Sebelumnya, kalangan DPRD Mimika mengimbau warga Kwamki Lama menghentikan aksi saling serang yang hanya akan menimbulkan kerugian bagi warga sendiri.
Salah satu warga kelompok atas Jalan Mambruk Kwamki Lama, Julius Agabal meminta aparat penegak hukum menegakkan hukum positif di Kwamki Lama. "Hukum positif harus berlaku di daerah ini. Jangan hargai hukum adat yang hanya membuat warga saling membunuh," pinta Julius kepada warga kelompoknya.
Pertikaian antardua kelompok warga di Kwamki Lama pecah sejak Senin (4/1) lalu mengakibatkan seorang warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Hingga saat ini warga kedua kubu masih terus berjaga-jaga dengan senjata tajam seperti panah, parang, tombak, katapel dan senapan angin.
Untuk mencegah kedua kelompok warga saling serang, polisi menempatkan sebuah mobil barakuda di tengah badan jalan yang memisahkan kedua kelompok warga Kwamki Lama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang