Riset: Bibir Tebal Bikin Wanita Awet Muda

Kompas.com - 12/01/2010, 09:08 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Para penggemar suntikan kolagen dan implan silikon sudah sejak lama mempercayainya, dan sekarang riset pun mendukung teori bahwa bibir seksi bisa menyamarkan usia seseorang.

Walaupun seorang wanita memiliki rambut abu-abu, di tambah kerutan, kantong mata, atau pun flek di wajah, namun bibir tebal yang merekah membuat mereka tetap tampak awet muda.  Tetapi hanya sebagian kecil wanita yang tampak muda secara alami dengan bibirnya karena hal itu lebih ditentukan oleh faktor genetik ketimbang faktor lain penuaan akibat sinar matahari.

“Saat kita mengenali orang-orang yang terlihat lebih muda dari usianya, kita terjebak oleh perbedaan pada bibir mereka. Ini merupakan suatu fitur yang secara genetik benar-benar menentukan dan secara relatif mudah untuk diukur,” ujar Daud Gunn, seorang ilmuwan di Unilever, yang membiayai studi internasional pada tujuh universitas, termasuk St Andrews, kepada The Sunday Times.

Temuan ini mengamini pendapat yang diterima tentang kecantikan, yang dicitrakan oleh para artis legendaris mulai dari Marilyn Monroe hingga Scarlett Johansson, yang keduanya terkenal dengan bibir yang seksinya.

Peneliti menjelaskan, bibir laki-laki dan perempuan mencapai bentuk paling penuh dan tebal pada awal  masa dewasa, dan akan mulai menipis kala memasuki usia 30 hingga 40.   Riset ini dilakukan dengan cara menganalisa wajah dari 102 pasangan kembar wanita Belanda berusia 59-81 dan 162 wanita Inggris berkulit  putih usia 45-75.

Dari studi terungkap, kerutan, penuaan akibat matahari dan usia sama-sama dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Tetapi, mundurnya batas rambut di kepala, warna rambut yang memudar jadi abu-abu, dan ketebalan bibir ditentukan oleh faktor genetik.

Tercatat ada lebih dari tujuh variasi ketebalan bibir di antara wanita-wanita 60 ke atas. Bagian merah muda dari bibir paling tipis tercatat tebalnya hanya 3 mm, diukur dari ujung bibir bagian atas hingga ujung  bawah bibir bawah. Bibir  paling tebal di antara wanita usia di atas 60 an adalah sekitar 2,2cm.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau