Di Garut, Tunggakan Raskin Masih Miliaran

Kompas.com - 12/01/2010, 12:32 WIB

GARUT, KOMPAS.com — Tunggakan pembayaran beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga akhir Desember 2009 mencapai Rp 2,865 miliar.
    
Tunggakan tersebut dari 40.416.840 kg pagu raskin selama 2009, hanya tersalurkan 38.618.660 kg atau 95,5 persen sehingga terdapat sisa 1.798.180 kg raskin, kata  Kepala Bagian Ekonomi Setda Sutarman, Selasa (12/1/2010).
    
Tidak tersalurkannya beras sebanyak itu kepada para penerima manfaat berstatus keluarga miskin akibat pemkab setempat tak bersedia memproses surat jaminan kepada Perum Bulog, sehingga warga miskin kehilangan peluang membelinya, ungkap Sekjen Masyarakat Peduli Pangan (MPP) Kabupaten,  Iwan Setiawan, menambahkan.
    
Sedangkan pagu Raskin 2010 mengalami penurunan 5.939.280 kg, dikarenakan menurunnya rumah tangga sasaran (RTS), yakni dari 224.538 RTS menjadi 221.010 RTS atau berkurang 3.528 RTS.
    
Namun, jatah pembelian raskin setiap RTS pun mengalami penurunan dari 15 kg menjadi 13 kg/bulan, tegas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut H Budiman saat ditemui terpisah.
    
Sehingga pada 2010 ini, Kabupaten Garut mendapat pagu 34.477.560 kg raskin bagi 221.010 RTS, sedangkan pagu raskin tahun lalu 40.416.840 kg, dengan harga penjualan beras (HPB) Rp 1.600/kg di titik distribusi, yang disalurkan mulai Januari hingga Desember 2010, katanya.
    
Realisasinya masih dalam proses administrasi untuk segera dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati sehingga diharapkan paling lambat mulai pekan depan.
    
Sementara itu, laporan dari lapangan menunjukkan, meski HPB Rp 1.600/kg, kenyataannya bisa mencapai Rp 2.500/kg. Bahkan, selama ini setiap RTS tak mesti bisa memperoleh jatah pembelian 15 kg, melainkan rata-rata hanya 5 kg.
    
Bahkan, yang sangat memprihatinkan atau menyedihkan, kerap terdapat RTS yang tak mampu membeli raskin sehingga jatah pembelian mereka diberikan kepada warga lain yang berkemampuan ekonomi memadai, sedangkan RTS yang bersangkutan hanya mendapatkan upah sekadarnya dari masyarakat kaya.
    
Demikian informasi lapangan yang dihimpun di Kabupaten Garut, yang umumnya hanya disikapi biasa oleh aparat terkait ataupun para personel tim pengelolaan raskin kabupaten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau