JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain, Antasari Azhar ternyata tidak hanya mendapatkan ancaman dalam bentuk SMS teror. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/01/2010), mantan Ketua KPK ini mengatakan juga menerima sejumlah ancaman teror secara fisik.
Suatu kali, kata Antasari, saat sedang melakukan kunjungn ke daerah Jakarta Utara, mobilnya sempat dipepet oleh sebuah mobil tak dikenal. "Bagian belakang dan depan mobil saya sampai penyok. Saya mau turun, tapi supir saya melarang karena situasinya tidak baik," ungkapnya.
Tak hanya itu, istri Antasari Azhar, Ida Laksmiwati juga sempat mendapat ancaman serupa. Ia mengatakan istrinya pernah dihampiri pengendara sepeda motor tak dikenal. "Anda istrinya Antasari? Bilang sama bapak, jangan sok jagoan berantas korupsi," ujarnya menirukan cerita istrinya.
Kejadian serupa pun diterima Antasari di kantornya di KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi, kata Antasari pernah memberikan laporan mendapatkan SMS ancaman yang mengatakan, "Bilang sama Bos lu, jangan sok jago berantas korupsi".
Bahkan, kata Antasari, ada laporan dari pihak satpam yang pada pagi hari menemukan kemenyan di depan KPK yang ditujukan kepada dirinya.
Meski demikian, Antasari tidak melapor kepada polisi perihal ancaman-ancaman tersebut. Ia hanya mengaku sempat bercerita kepada Kapolri perihal persoalan pribadinya itu. Kapolri pun merespon ancaman tersebut dengan membentuk tim khusus yang dipimpin Kombes Choirul Anam. Atas penyelidikan dan pengamanan dari tim ini, Antasari mengatakan dia sudah merasa cukup aman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang