Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Ditantang

Kompas.com - 12/01/2010, 17:53 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ditantang untuk membuktikan komitmennya. Terungkapnya ruang tahanan Arthalyta Suryani di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur memperlihatkan adanya perlakuan istimewa terhadap terdakwa kasus dugaan suap Jaksa Urip tersebut.

Pemberantasan diskriminasi bagi tahanan dan narapidana menjadi tugas awal yang harus diselesaikan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. "Tugas ini tergolong mudah karena bentuk penyimpangannya kasat mata," kata Trimoelja D Soerjadi, pengacara senior asal Surabaya, Selasa (12/1/2010) sore.

Diskriminasi terhadap tahanan seharusnya bisa diberantas dalam waktu singkat. Kuncinya, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan inspeksi terus-menerus. Dengan demikian, bentuk diskriminasi terhadap napi tahanan bisa diberantas.

Pemberantasan diskriminasi tersebut, kata Trimoelja, jauh lebih mudah dibanding pemberantasan makelar kasus. Persoalannya, keberadaan makelar kasus sudah menjadi rahasia umum. Dalam hal makelar kasus, penyimpangan oleh oknum hanya berlangsung empat mata dan menguntungkan kedua belah pihak.

"Inilah yang menjadikan pembuktian sulit dilakukan, semua tergantung komitmen individu," ujar Ketua Dewan Kehormatan Daerah di Surabaya itu.

Secara terpisah, Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan mengemukakan bahwa tindakan orang yang memberi jasa hukum serta pengacara yang bertindak menjadi makelar kasus mencoreng nama baik advokat secara umum.

"Sekarang harus kembali ke setiap pengacara untuk memberantas perilaku demikian dari dirinya sendiri," papar Otto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau