Ayin Akan Dipindah dari Rutan Pondok Bambu

Kompas.com - 12/01/2010, 18:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Merasa kecolongan atas kasus kamar mewah Artalyta yang berada di Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta Timur, kini Kantor Kementerian Dephuk dan HAM mulai bersih-bersih.

Tidak hanya mencopot Kepala Rutan Pondok Bambu Sarju Wibowo. Pihak Dephuk dan HAM juga akan memindahkan warga binaannya yang menempati Rutan Pondok Bambu, terutama yang telah diputus oleh pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap. Ayin juga akan dipindahkan dari Rutan Pondok Bambu.

"Tempatnya mau di mana dan ke mana? Belum bisa saya sampaikan karena ini akan ada mapping di mana tempat yang memungkinkan. Kedua, kami tidak mungkin menyampaikan hal ini sekarang karena berkaitan dengan keamanan. Kalau bocor, tidak boleh. Kalau sudah dipindah, baru saya kasih tahu," kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar saat dicegat di Istana, Selasa (12/1/2010).

Patrialis mengatakan, ia telah memerintahkan Kanwil Hukum dan HAM DKI untuk menertibkan semua lapas dan rutan yang ada di DKI Jakarta dan tidak mengulangi lagi kasus pemberian fasilitas mewah kepada narapidana tertentu.

"Saya perintahkan Kakanwil DKI untuk tertibkan semua lapas dan rutan. Tidak boleh terjadi lagi seperti ini," ungkapnya.

Patrialis juga telah memerintahkan semua inspektorat jenderal untuk melakukan pengusutan sampai tuntas terhadap kasus pemberian fasilitas mewah di Rutan Pondok Bambu dan memberi sanksi tegas kepada semua yang terlibat tanpa pilih kasih.

"Siapa pun yang terlibat harus diberi sanksi. Tidak pilih kasih. Mulai dari sipir, kepala rutan, kadiv sampai inspektorat jenderal. Sanksinya tergantung kesalahan sejauh mana ia lakukan," paparnya. 

Menhuk dan HAM juga telah memerintahkan Dirjen Lapas untuk menertibkan rutan dan lapas di seluruh Indonesia dan mencegah terulangnya peristiwa di Rutan Pondok Bambu.

"Kami perintahkan semua lapas dan rutan di seluruh Indonesia harus tertib, tidak boleh ada diskriminasi dan keistimewaan," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau