Laode Mengaku Teriak karena Gemas dengan Boediono

Kompas.com - 12/01/2010, 19:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Laode Kamaluddin, yang diperiksa karena meneriakkan kata-kata "Boediono Maling" di rapat Panitia Hak Angket Bank Century di DPR mengungkapkan alasannya melakukan hal tersebut. Ia mengaku aksi itu dilakukannya lantaran gemas mendengar pernyataan Wakil Presiden Boediono saat rapat berlangsung. Pernyataan apa yang membuatnya gemas? 

"Saya gemas ketika Boediono bilang 'saya menangis kalau saya mendengar lagu Indonesia Raya'," ucap dia ketika keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (12/1/2010), seusai menjalani pemeriksaan. 

"Bagi saya Boediono bukan seorang nasionalis yang tinggi tapi antek-antek asing yang merugikan uang rakyat. Akhirnya saya teriakan maling dan saya keluarkan poster (Boediono) dan saya sobek," tambah dia. 

Selain itu, pemicu kekesalan lain menurut Ketua Presidium Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak) itu adalah para anggota Pansus yang dianggapnya tidak serius mengorek keterangan dari mantan Gubernur BI. "Kami sayangkan Pansus bertanya bertele-tele. Banyak pertanyaan yang tak perlu ditanyakan," lontar pemuda tambun berkepala botak itu. 

"Saya khawatirkan Pansus hanya dagelan politik saja. Pansus selesai, Boediono tidak bisa diperiksa," tambah dia yang ditemani belasan aktivis Kapak lainnya. 

Ia menegaskan, ke depannya akan terus melakukan protes terhadap Boediono serta Pansus Hak Angket Century. Ia tidak menyesal terkait tindakan nekatnya dan siap menghadapi jika Boediono membuat laporan pencemaran nama baik atau penghinaan.

"Silahkan (buat laporan). Kami siap dipenjara. Jika dihukum mati silahkan dihukum mati. Kalau Boediono tidak melaporkan (ke Polisi), saya akan cegat di Istana Wapres," tegas dia.

Laode dibebaskan lantaran polisi berpendapat tak memiliki cukup bukti untuk menahan yang bersangkutan. Ia hanya dimintai keterangan seputar kronologis di DPR serta identitasnya oleh penyidik dari Satuan Keamanan Negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau