Makanan dan Minuman Pun Ikut "Diamankan"

Kompas.com - 13/01/2010, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamanan ketat menjadi hal yang lumrah ketika yang diperiksa adalah Wakil Presiden. Masyarakat bisa memahami, bagi pejabat puncak Tanah Air, ada standar pengamanan standar yang harus diikuti. Namun, pascateriakan "Boediono maling" kemarin, pengamanan memasuki ruang Pansus Angket Bank Century menjadi "luar biasa" ketat. Jika kemarin sejumlah pengunjung masih bisa membawa makanan dan minuman, Rabu (13/1/2010) ini dua bekal tersebut "diharamkan".

Pengamanan ini diberlakukan kepada semua pengunjung. Para wartawan pun ketiban "diamankan". Perbekalan makanan dan minuman tak boleh dibawa masuk. Alhasil, omelan pun keluar dari mereka.

"Emang kami mau ngapain sih dengan makanan dan minuman itu? Kami ini susah keluar buat cari makan minum, makanya bawa bekal," kata seorang wartawan radio, bersitegang dengan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR.

Namun, mereka tetap tak diperbolehkan. Beberapa petugas yang melakukan pengecekan bahkan meminta seluruh isi tas dikeluarkan. "Kecurigaan yang berlebihan," celetuk salah seorang pengunjung.

Bahkan, petugas mengingatkan, jika sudah keluar dari ruang balkon yang diperuntukkan bagi wartawan dan masyarakat umum, tidak diperbolehkan masuk kembali.

Pengamanan yang berlebihan ini mendapatkan perhatian dari pimpinan pansus. Wakil Ketua Pansus Gayus Lumbuun langsung mengingatkan pamdal, "Kepada Pamdal, agar ruang balkon untuk peliput diberlakukan seperti biasa. Demikian juga untuk konsumsi yang bisa dibawa agar tidak ditahan," kata politisi PDI-P ini.

Sontak saja hal ini mendapat tepuk tangan dari para pengunjung rapat.

Kemarin, saat pemeriksaan terhadap Boediono, terjadi insiden teriakan "Boediono maling" oleh seorang aktivis KAPAK. Entahlah, mungkin ada kekhawatiran, insiden yang sama akan terulang kembali hari ini. Menteri Keuangan yang pernah menjabat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan Sri Mulyani dijadwalkan menjalani pemeriksaan pagi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau