Sri Mulyani "Lempar Tanggung Jawab" pada BI dan LPS

Kompas.com - 13/01/2010, 12:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani dicecar pertanyaan mengenai tanggung jawabnya atas keputusan bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Dalam pemeriksaan, Rabu (13/1/2010), anggota Pansus Angket Bank Century Akbar Faishal menanyakan, apakah tanggung jawab atas penggelontoran uang triliunan itu merupakan tanggung jawabnya.

Jawaban Sri Mulyani, tanggung jawab itu ada di Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Wilayah tanggung jawabnya adalah tindakan pencegahan krisis, dan khusus dalam kasus Century adalah menetapkannya sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Berulang kali, Sri Mulyani tak menjawab tegas saat ditanya mengenai batas tanggung jawabnya. "Apakah penggelontoran Rp 6,7 triliun tanggung jawab Anda?" tanya Akbar.

"Tidak. Penetapan kebijakan Bank Century adalah bank gagal yang berdampak sistemik, itu tanggung jawab saya," jawab Sri Mulyani, yang juga menjabat Menteri Keuangan.

Saat dikejar lebih jauh, Sri Mulyani hanya mengatakan, tanggung jawabnya sebatas tindakan pencegahan krisis. "Jadi tanggung jawab Anda hanya itu saja? Keputusan Rp 6,7 triliun itu bagaimana?" cecar Akbar lagi.

"Apa yang terjadi di Bank Indonesia dan Bank Century, yang paling bertanggung jawab adalah BI. Kalau penggelontorannya, Penyertaan Modal Sementara oleh LPS, tanggung jawab ada di LPS," kata Sri Mulyani.

Namun, jawaban Sri Mulyani berubah ketika Akbar mengungkapkan bahwa awalnya KSSK hanya menyetujui Rp 632 miliar sebagai dana penyelamatan bagi Century. Belakangan, yang dikucurkan justru mencapai triliunan. "Sekali lagi, tanggung jawab Anda di mana? Hanya di 632 miliar, atau penggelontoran setelah itu juga?" kejar Akbar, anggota Fraksi Partai Hanura.

Sri Mulyani menjawab, "Hanya keputusan KSSK mencegah krisis berdasar data 632 miliar," katanya.

"Baiklah, kami catat itu Bu," ujar Akbar.

Bantah ada tekanan

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga membantah adanya rumor tekanan kepada KSSK dan BI untuk menyelamatkan Century. Menurutnya, tekanan krisis saat itu mengharuskan dirinya sebagai Ketua KSSK untuk mengambil keputusan dengan segera. "Tidak ada yang menekan saya," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau