Bentrok di Somalia Berlanjut, 27 Tewas

Kompas.com - 13/01/2010, 13:35 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com - Sedikitnya 27 orang tewas pada hari ketiga pertempuran antara milisi pro-pemerintah dan kelompok gerilyawan Al Shabaab di Somalia tengah.
 
Sejumlah saksi dan kelompok hak asasi, Selasa, mengatakan, para petempur Al Shabaab dan anggota milisi Ahlu Sunnah wal Jamaah, yang bersahabat dengan pemerintah dan menyokong versi Islam yang lebih moderat, bentrok di Wabho, Warhole dan Balawayne di Somalia Tengah.

"Sedikitnya 14 orang tewas dan 22 orang yang lain terluka di Warhole. Kebanyakan korban adalah petempur dari kedua belah pihak," kata Ali Yasin Geddi, wakil ketua kelompok perdamaian dan hak asasi manusia Elman, kepada Reuters. "Sejauh ini 250 keluarga, sebagian besar penggembala di pedesaan, telah melarikan diri karena khawatir pertempuran mungkin akan meluas ke tempat lain."

Al Shabaab, yang dikatakan Washington sebagai wakil Al Qaida di wilayah itu, ingin menerapkan hukum syariah Islam yang keras di negara Tanduk Afrika yang anarkis dan tidak memiliki pemerintah pusat sejak 1991 itu.

Sejak awal 2007, bentrokan telah menewaskan sedikitnya 19.000 orang. Badan-badan keamanan Barat mengatakan gerilyawan, termasuk gerilyawan asing, telah menemukan tempat perlindungan yang aman di tengah bentrokan itu.

Beberapa warga menyatakan, pertempuran di Warhole dimulai Senin dan berlanjut di Wabho, tempat gerilyawan Al Shabaab mundur. "Kendaraan-kendaraan bersenjata Ahlu Sunna mengambil alih Warhole kemarin siang dan petempur mereka berada di jalanan," kata Farhan Ali seorang penduduk kepada Reuters melalui telepon.

Pertempuran di kota Balawayne, yang strategis di Somalia tengah,  menewaskan sedikitnya 13 orang pada Minggu dan Senin. Beberapa warga menyatakan, 13 orang yang lain tewas Selasa ketika kedua belah pihak saling menggempur dengan granat.

Badan pengungsi PBB UNHCR menyatakan, Selasa, pertempuran di Somalia tengah dan selatan dalam beberapa pekan terakhir telah mengusir lebih banyak pengungsi ke negara-negara yang berdekatan. UNHCR menyebutkan 3.000 orang Somalia tercatat sebagai pengungsi di Ethiopia pada Desember dan 4.175 terdaftar di kamp pengungsi Dadaab di Kenya sejak Desember. Badan PBB itu menyatakan jumlah seluruh pengungsi Somalia di kawasan tersebut sekarang 560.000 orang lebih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau