MOGADISHU, KOMPAS.com - Sedikitnya 27 orang tewas pada hari ketiga pertempuran antara milisi pro-pemerintah dan kelompok gerilyawan Al Shabaab di Somalia tengah.
Sejumlah saksi dan kelompok hak asasi, Selasa, mengatakan, para petempur Al Shabaab dan anggota milisi Ahlu Sunnah wal Jamaah, yang bersahabat dengan pemerintah dan menyokong versi Islam yang lebih moderat, bentrok di Wabho, Warhole dan Balawayne di Somalia Tengah.
"Sedikitnya 14 orang tewas dan 22 orang yang lain terluka di Warhole. Kebanyakan korban adalah petempur dari kedua belah pihak," kata Ali Yasin Geddi, wakil ketua kelompok perdamaian dan hak asasi manusia Elman, kepada Reuters. "Sejauh ini 250 keluarga, sebagian besar penggembala di pedesaan, telah melarikan diri karena khawatir pertempuran mungkin akan meluas ke tempat lain."
Al Shabaab, yang dikatakan Washington sebagai wakil Al Qaida di wilayah itu, ingin menerapkan hukum syariah Islam yang keras di negara Tanduk Afrika yang anarkis dan tidak memiliki pemerintah pusat sejak 1991 itu.
Sejak awal 2007, bentrokan telah menewaskan sedikitnya 19.000 orang. Badan-badan keamanan Barat mengatakan gerilyawan, termasuk gerilyawan asing, telah menemukan tempat perlindungan yang aman di tengah bentrokan itu.
Beberapa warga menyatakan, pertempuran di Warhole dimulai Senin dan berlanjut di Wabho, tempat gerilyawan Al Shabaab mundur. "Kendaraan-kendaraan bersenjata Ahlu Sunna mengambil alih Warhole kemarin siang dan petempur mereka berada di jalanan," kata Farhan Ali seorang penduduk kepada Reuters melalui telepon.
Pertempuran di kota Balawayne, yang strategis di Somalia tengah, menewaskan sedikitnya 13 orang pada Minggu dan Senin. Beberapa warga menyatakan, 13 orang yang lain tewas Selasa ketika kedua belah pihak saling menggempur dengan granat.
Badan pengungsi PBB UNHCR menyatakan, Selasa, pertempuran di Somalia tengah dan selatan dalam beberapa pekan terakhir telah mengusir lebih banyak pengungsi ke negara-negara yang berdekatan. UNHCR menyebutkan 3.000 orang Somalia tercatat sebagai pengungsi di Ethiopia pada Desember dan 4.175 terdaftar di kamp pengungsi Dadaab di Kenya sejak Desember. Badan PBB itu menyatakan jumlah seluruh pengungsi Somalia di kawasan tersebut sekarang 560.000 orang lebih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang