JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan acara nonton bareng (nonbar) Piala Dunia di Indonesia semakin mudah terlaksana karena biayanya tak mahal. Penyelenggara bisa membuat acara nonbar dengan kisaran harga Rp 100.000 per hari.
Penyelenggaraan nonbar secara komersial itu nantinya harus melalui koordinasi dengan tabloid BOLA, yang ditunjuk oleh PT Electronic City (EC) Entertainment selaku pemegang hak siar eksklusif Piala Dunia 2010 di Indonesia. BOLA sendiri membagi penyelenggaraan itu dalam tiga kategori berdasarkan tempat duduk yang disediakan oleh tempat-tempat hiburan yang menggelar nonbar.
Kategori 1 ditujukan bagi hotel, restoran, cafe, ataupun mall yang menyediakan tempat duduk di bawah 100 kursi bagi pengunjung mereka. Untuk penyelenggaraan nonbar di tempat ini, dikenakan biaya Rp 3 juta.
Kategori 2 ditujukan bagi tempat-tempat berkapasitas pengunjung 101 hingga 300 orang. Biaya yang dikenakan di tempat ini adalah Rp 5 juta. Adapun untuk kategori 3 dengan kapasitas tempat duduk 301 sampai 500 kursi, dikenakan biaya Rp 7 juta.
"Biaya ini untuk satu bulan selama pelaksanaan Piala Dunia. Jadi kalau dibagi 30 hari, Rp 3 juta itu sama dengan Rp 100.000 per hari. Ini sangat murah," kata Direktur PT Tunas Bola selaku penerbit BOLA, Ian Situmorang, dalam acara penandatanganan kerja sama dengan EC Entertainment di Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Media Manajer EC Entertainment Aida Syamsuhadi mengatakan, murahnya biaya penyelenggaraan nonbar ini ditujukan untuk menyadarkan masyarakat Indonesia tentang pentingnya membayar lisensi yang ditetapkan FIFA.
"Kami hanya ingin mengedukasi (penyelenggara). Nilainya memang sangat murah, tapi daripada terkena sanksi, lebih baik sesuai ketentuan," kata Aida.
Aida menyebutkan, pihaknya menargetkan akan ada 1.000 penyelenggaraan nonbar di seluruh wilayah tanah air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang