Kalla Bakal Ditanyai soal Instruksi Tangkap Robert Tantular

Kompas.com - 13/01/2010, 15:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Pansus Angket Kasus Bank Century pada Kamis (14/1/2010), pukul 10.00, di Gedung DPR, Jakarta. Ada beberapa fokus pertanyaan yang akan dilayangkan kepada Kalla, di antaranya mengenai perintah Kalla kepada Polri untuk menangkap bos Bank Century, Robert Tantular. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Pansus Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/1/2010).

"Kami akan menanyakan perintah Pak JK kepada Polri untuk menangkap Robert Tantular, apa latar belakangnya, dan bagaimana komunikasi Pak JK dengan Gubernur BI yang informasinya 'tidak setuju' dengan penangkapan itu," kata Mahfudz.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga akan ditanyai mengenai hal ihwal kasus Bank Century yang diketahuinya sebagai wakil presiden saat itu. "Beliau kan sebagai wapres yang menangani ekonomi," ujar dia.

Laporan Sri Mulyani sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kepada wakil presiden juga akan menjadi salah satu materi yang akan digali. "Kita akan tanya bagaimana yang dilaporkan," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau