Turun, Harga Minyak di Bawah 80 Dollar AS

Kompas.com - 14/01/2010, 08:05 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Harga minyak jatuh pada Rabu (13/1/2010) waktu setempat karena stok minyak mentah Amerika Serikat meningkat, yang menunjukkan lemahnya permintaan di negara konsumen energi terbesar di dunia itu, di mana sebuah penangguhan dari cengkeraman cuaca dingin telah diperkirakan.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari, merosot 1,14 dollar AS ditutup pada 79,65 dollar AS per barrel setelah sempat jatuh ke titik terendah harian, 78,37 dollar AS.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari merosot 99 sen menjadi menetap di 78,31 dollar AS ber barrel setelah menyentuh 77,04 dollar AS.
   
Pasar bereaksi terhadap laporan Departemen Energi AS (DoE), Rabu, bahwa cadangan minyak mentah AS naik 3,7 juta barrel dalam pekan yang berakhir 8 Januari.  Itu jauh lebih dari ekspektasi oleh sebagian besar analis untuk kenaikan 1,0 juta barrel.

"Distilasi–termasuk bahan bakar pemanas dan diesel–naik sebesar 1,4 juta barrel," kata DoE, mengalahkan perkiraan turun 1,8 juta barrel.

Distilasi berada di bawah fokus pasar di tengah gigitan cuaca dingin yang berkelanjutan di ASt. Peramal cuaca memperkirakan lebih ringan untuk beberapa minggu ke depan.  "Seluruh pasar didorong oleh laporan persediaan. Ini jelas sesuatu yang mengejutkan untuk melihat bangunan persediaan distilasi yang semuanya diberikan pada cuaca dingin," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.

Ellis Eckland, seorang analis independen, mengatakan, pasar ambruk ke depan sebesar 78 dollar AS, yang merupakan dukungan berikutnya menyusul laporan stok AS.
   
Minyak mentah New York yang sempat melonjak pada Senin ke titik tertinggi 15 bulan mendekati 84 dollar AS didukung data ekonomi China yang kuat.

Harga minyak telah merosot pada Selasa di tengah prospek berkurangnya permintaan bahan bakar pemanas di AS karena berkurangnya cuaca dingin dan langkah baru China untuk mendinginkan ekonominya.

Berita itu memicu pasar minyak karena China adalah konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS.  Beijing minggu ini menaikkan persyaratan cadangan giro wajib minimum bank.
   
"Ini sinyal bahwa bank sentral sedang bergeser dari akomodatif menjadi  memperketat dan akan mengambil beberapa momentum keluar dari pertumbuhan permintaan komoditas, di mana China telah bertanggung jawab atas sebagian besar tahun lalu," kata Mike Fitzpatrick, Wakil Presiden MF Global.

"Meningkatnya suhu di seluruh negara (AS) juga akan mengurangi permintaan bahan bakar pemanas  dan akan membebani harga minyak," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau