Menanti Kalla Bicara Century

Kompas.com - 14/01/2010, 09:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan diperiksa Pansus Angket Kasus Bank Century, Kamis (14/1/2010) pukul 10.00 di Gedung DPR, Jakarta. Kalla diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden saat keputusan bailout itu diambil. Ia pun akan ditanyai seputar pernyataannya yang menyebut kasus Century sebagai perampokan dan memerintahkan Polri untuk menangkan bos bank tersebut, Robert Tantular.

"Kami akan menanyakan perintah Pak JK kepada Polri untuk menangkap Robert Tantular, apa latar belakangnya dan bagaimana komunikasi Pak JK dengan Gubernur BI yang informasinya "tidak setuju" dengan penangkapan itu," kata Wakil Ketua Pansus Angket Century Mahfudz Siddiq, kemarin.

Saat keputusan bailout diambil oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan Bank Indonesia, Kalla mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Isi laporan Menkeu juga menjadi salah satu materi yang akan ditanyakan. Pengetahuan tentang hal ihwal kasus yang diindikasi BPK mengakibatkan kerugian keuangan negara juga ditunggu dari keterangan Kalla. Apa yang akan diutarakan mantan Ketua Umum Partai Golkar ini? Kita tunggu saja.

Selain Kalla, hari ini pansus juga akan memeriksa mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede yang dijadwalkan siang atau malam nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau