JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Kamis (14/1/2010) pagi, menguat 15 poin menjadi Rp 9.155-Rp 9.165 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.170-Rp 9.180 AS, karena pelaku pasar kembali membeli rupiah setelah melepas pada hari sebelumnya.
Kepala Divisi Treasury Bank NISP Tbk Suriyanto Chang, Kamis, memperkirakan, rupiah akan terus menguat hingga mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS karena dana asing yang masuk ke pasar makin besar. "Bahkan, mata uang lokal itu dalam waktu tidak lama akan dapat menembus angka Rp 9.100 per dollar AS," ujarnya.
Menurut Suriyanto, rupiah pada kuartal pertama 2010 akan dapat mendekati angka Rp 9.000 per dollar. Namun, pada posisi itu Bank Indonesia kemungkinan akan menahan laju kenaikan rupiah itu. "Kami optimistis BI akan masuk pasar melakukan pembelian rupiah untuk menahan kenaikan lebih lanjut," katanya.
Rupiah kemungkinan akan dapat menembus angka Rp 9.000 per dollar AS, tetapi tidak akan bertahan lama di posisi tersebut. "Karena pada level tersebut kemungkinan aksi ambil untung akan muncul dan dana asing itu merupakan dana jangka pendek," ujarnya.
Selain itu, menurut dia, pelaku asing juga sedang menunggu kecenderungan kenaikan suku bunga bank sentral negara-negara Asia, seperti China dan India. "Apabila bank sentral negara-negara lain telah menaikkan suku bunga, obligasi yang akan diterbitkan pemeritah akan bergerak naik," katanya.
Rupiah pada sore nanti juga akan naik hingga mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS karena arus masuk dana asing terus meningkat. "Kami optimistis rupiah sore akan kembali menguat hingga mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang