Susno Ternyata Sudah Diperiksa Polri

Kompas.com - 14/01/2010, 11:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Komjen Susno Duadji dengan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Irjen Saleh Saaf di ruang kerja Saleh, Rabu (13/1/2010) siang, ternyata merupakan bagian dari agenda tim pemeriksa terkait kasus kesaksian Susno dalam sidang Antasari Azhar.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, pertemuan tersebut membicarakan beberapa hal, terutama klarifikasi tentang kesaksian Susno menyangkut kehadiran dan materi kesaksian. Selain itu, pertemuan itu juga membicarakan masalah ancaman yang diterima Susno serta masalah serah terima jabatan Kabareskrim.

Seperti yang telah diberitakan, Susno bereaksi setelah fasilitas yang diterima selama ia menjabat Kabareskrim, seperti mobil, ajudan, dan sopir, ditarik oleh pihak Polri. Penarikan fasilitas itu dilakukan setelah Susno bersaksi.

Namun, Susno seusai bertemu dengan Saleh kemarin membantah bahwa pertemuan itu terkait dengan kerja tim pemeriksa kasusnya. "Datang ngobrol, bukan pemeriksaan," katanya kepada wartawan.

Edward mengatakan, "(Susno) bertemu dengan Kabaintelkam dalam rangkaian klarifikasi terkait adanya ancaman yang beliau terima melalui SMS, klarifikasi kehadiran persidangan sebagai saksi ade charge (meringankan terdakwa), serah terima jabatan, seputar itu," ucapnya.

Kabaintelkam, katanya, merupakan bagian dari tim pemeriksa yang dibentuk Kepala Polri. Namun, Edward menyangkal ketika ditanya apakah pertemuan itu merupakan pemeriksaan. "Bukan, tapi klarifikasi," ujarnya.

Jadi, tidak ada sidang disiplin untuk Susno? "Setelah diklarifikasi, sebagaimana dikatakan Bapak Kapolri, kami akan tentukan nanti secara internal ke mana arah hasil klarifikasi itu," jawabnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau