JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Komjen Susno Duadji dengan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Irjen Saleh Saaf di ruang kerja Saleh, Rabu (13/1/2010) siang, ternyata merupakan bagian dari agenda tim pemeriksa terkait kasus kesaksian Susno dalam sidang Antasari Azhar.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, pertemuan tersebut membicarakan beberapa hal, terutama klarifikasi tentang kesaksian Susno menyangkut kehadiran dan materi kesaksian. Selain itu, pertemuan itu juga membicarakan masalah ancaman yang diterima Susno serta masalah serah terima jabatan Kabareskrim.
Seperti yang telah diberitakan, Susno bereaksi setelah fasilitas yang diterima selama ia menjabat Kabareskrim, seperti mobil, ajudan, dan sopir, ditarik oleh pihak Polri. Penarikan fasilitas itu dilakukan setelah Susno bersaksi.
Namun, Susno seusai bertemu dengan Saleh kemarin membantah bahwa pertemuan itu terkait dengan kerja tim pemeriksa kasusnya. "Datang ngobrol, bukan pemeriksaan," katanya kepada wartawan.
Edward mengatakan, "(Susno) bertemu dengan Kabaintelkam dalam rangkaian klarifikasi terkait adanya ancaman yang beliau terima melalui SMS, klarifikasi kehadiran persidangan sebagai saksi ade charge (meringankan terdakwa), serah terima jabatan, seputar itu," ucapnya.
Kabaintelkam, katanya, merupakan bagian dari tim pemeriksa yang dibentuk Kepala Polri. Namun, Edward menyangkal ketika ditanya apakah pertemuan itu merupakan pemeriksaan. "Bukan, tapi klarifikasi," ujarnya.
Jadi, tidak ada sidang disiplin untuk Susno? "Setelah diklarifikasi, sebagaimana dikatakan Bapak Kapolri, kami akan tentukan nanti secara internal ke mana arah hasil klarifikasi itu," jawabnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang