2010 bayar rp 134,87 triliun

Indonesia Bayar Utang dengan Utang Baru

Kompas.com - 14/01/2010, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun 2010 pemerintah diharuskan membayar utang senilai Rp 134,872 triliun. Pembayaran utang ini meningkat dibandingkan tahun 2009 yang tercatat mencapai Rp 114,324 triliun.

Demikian informasi yang disaji dalam buku Perkembangan Utang Negara (Pinjaman Luar Negeri dan Surat Berharga Negara) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan. Buku berisi informasi utang per 31 Desember 2009 ini diterima Kompas di Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Pembayaran utang tersebut terbagi atas dua kelompok. Pertama, pembayaran utang yang jatuh tempo pada tahun 2010 plus pembelian kembali surat berharga negara secara tunai atau cash buy back senilai Rp 76,029 triliun. Kedua, pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri yang mencapai Rp 58,843 triliun.

Pemerintah memiliki dua sumber dana yang akan digunakan untuk pembayaran utang tersebut, yakni, pertama, dana yang bersumber dari utang baru sebesar Rp 239,064 triliun. Kedua, dana nonutang sebesar Rp 1,2 triliun.

Sumber dana tersebut jauh lebih besar dibanding total utang yang harus dibayarkan. Itu disebabkan sebagian dana yang dihimpun dari utang dan nonutang tersebut akan digunakan untuk kepentingan lain selain membayar utang.

Kepentingan lain tersebut adalah mendanai investasi pemerintah yang disalurkan melalui Pusat Investasi Pemerintah dan mendanai restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) yang sakit. Ada pula penggunaan untuk penerus pinjaman utang dari pemerintah pusat ke daerah. Total kepentingan lain yang dibiayai oleh utang dan nonutang tersebut mencapai Rp 7,381 triliun.

Jika seluruh rencana itu tercapai, pada tahun 2010 tidak akan terjadi kelebihan pembiayaan atau terjadi dana menganggur akibat tidak terpakai. Pengalaman tahun 2009, ada dana menganggur senilai Rp 38 triliun yang dihimpun Kementerian Keuangan dari hasil penerbitan surat utang, tetapi tidak terpakai sehingga akhirnya dialihkan penggunaannya ke tahun 2010.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, untuk mengejar target pembiayaan utang yang mencapai Rp 239,064 triliun tersebut, pihaknya akan menghimpun dana dari penerbitan obligasi yang dipercepat ke semester I-2010. "Ini untuk mengantisipasi pemburukan kondisi pasar modal pada semester II-2010," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau