Babeh Minta Maaf kepada Keluarga Korban

Kompas.com - 14/01/2010, 15:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Baikuni (48) alias Babeh, pembunuh sadis terhadap beberapa bocah dengan cara dimutilasi, telah meminta maaf kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat atas tindakannya yang bejat. Ia telah membunuh korban lalu menyodomi dan memutilasi menjadi beberapa bagian.

"Dia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan publik. Itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan dia. Dia katakan menyesal," ucap kuasa hukum Babeh, Haposan Hutagalung, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Haposan menjelaskan, meskipun kliennya telah melakukan tindakan di luar perikemanusiaan tetap berhak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang tersangka. "Karena dia tidak mampu, dia tetap berhak didampingi pengacara. Dia berhak dikunjungi keluarga, rohaniwan, diperiksa pada jam kerja. Selama ini penyidik tetap memberikan hak-hak dia," ujarnya.

Seperti diwartakan, Babeh yang bekerja sebagai pedagang asongan dan penampung pengamen jalanan tertangkap setelah melakukan pembunuhan bocah Ardiansyah, seorang pengamen jalanan. Saat pemeriksaan kepada penyidik, tersangka mengaku telah membunuh dua korban lain dengan cara yang sama pada tahun 2007 dan 2008.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau