JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Panitia penyelenggara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menjamin keamanan penyelenggaraan turnamen tersebut pada Juni-Juli mendatang.
Benua Afrika baru saja diguncang prahara menyusul serangan kelompok separatis kepada timnas Togo yang hendak berpartisipasi dalam Piala Afrika di Angola. Kejadian itu memang jauh dari Afsel, tapi setidaknya membuat orang ragu atas keamanan negara-negara di benua tersebut.
Ketua Komite Penyelenggara Piala Dunia Afrika Selatan Danny Jordaan menegaskan, pihaknya sudah bekerja keras untuk mewujudkan tempat yang layak untuk laga-laga tingkat dunia di negaranya. Afsel kini siap menggelar turnamen tersebut tanpa perlu khawatir soal gangguan keamanan seperti di Angola.
"Kami yakin bahwa kami akan menyajikan Piala Dunia dengan keamanan dan kenyamanan tingkat dunia," jamin Jordaan kepada wartawan seperti dikutip FIFA.com.
"Kami telah menjadi tuan rumah pengundian Piala Dunia di Durban pada November 2007, pengundian Piala Konfederasi pada November 2008, Piala Konfederasi pada Juni 2009, dan undian final (Piala Dunia) pada Desember 2009. Semuanya tanpa insiden dan menandakan tingginya tingkat kesuksesan acara FIFA."
Jordaan menambahkan, insiden berdarah yang terjadi di Provinsi Cabinda, Angola, pekan lalu telah memacu pihaknya untuk memaksimalkan pengamanan Piala Dunia. Ia bersimpati atas kejadian tersebut dan berjanji agar musibah itu tidak terulang di Afsel saat Piala Dunia digelar.
"Serangan di Angola tidak ada kaitan dengan (penyelenggaraan) Piala Dunia. Kami yakin bahwa kami dapat menggelar Piala Dunia secara efisien, profesional, dan aman," tegasnya.
Laga perdana Piala Dunia akan dibuka oleh pertandingan tuan rumah Afsel melawan Meksiko pada 11 Juni 2010. Duel tersebut akan berlangsung di Stadion Soccer City di ibu kota Afsel, Johannesburg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang