JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Raden Pardede mengaku, pihaknya tidak melakukan verifikasi tingkat akurasi data yang diberikan Bank Indonesia sebagai bahan pengambilan keputusan pengucuran dana talangan Bank Century pada rapat tanggal 20-21 November 2008.
"Kami dari KSSK tidak analisa data BI. Menurut kami, BI mempunyai otoritas penuh, apalagi data-data mikro tentang perbankan. Namun demikian, kami mengecek dari sisi konsistensi dan kelengkapan data," ujar Raden saat dirinya diperiksa pada sidang Pansus Hak Angket Kasus Bank Century, Kamis (14/1/2010) di DPR.
Seperti diwartakan, informasi kondisi permodalan dan likuiditas Bank Century yang diberikan kepada KSSK ternyata merupakan data per tanggal 30 Oktober 2008. Ditambahkan Raden, selain menggunakan data dari BI, Sekretariat KSSK menggunakan data yang berasal dari sumber-sumber yang terpercaya. Data-data ini digunakan untuk memantau perkembangan ekonomi makro dan melihat dampaknya terhadap perekonomian dan sistem keuangan dalam negeri.
Ketika ditanya apakah dirinya berkesimpulan bahwa data-data BI kurang lengkap, Raden enggan menjawabnya. "Saya tidak dalam posisi memberikan komentar. Silakan ditanyakan ke BI," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang