Menbudpar: Candi di Indonesia, Sarat Akan Nilai dan Warisan Budaya

Kompas.com - 14/01/2010, 23:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Menteri Budaya dan Pariwisata, Jerowacik yang dalam hal ini diwakilkan oleh Dirjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Budaya dan Pariwisata, Hari Untoro Derajat mengatakan, candi yang ada di Indonesia mengandung nilai budaya yang tinggi dan merupakan warisan bersama.

Pemilihan tema pameran ini sangat tepat dan penting, "Menjaga Warisan Umat". Candi di Indonesia merupakan simbol dari puncak-puncak keagamaan, Prambanan sebagai Candi Hindu, Borobudur sebagai Candi Buddha. Kedua Candi ini masih berdiri kokoh dan mensimbolkan toleransi beragama, ucap Jerowacik melalui Dirjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Budaya dan Pariwisata, Hari Untoro Derajat dalam acara pembukaan pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu "Menjaga Warisan Umat Manusia" di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Jerowacik juga berpesan agar kebesaran nilai dari Candi Prambanan dan Candi Sewu harus terus dijaga, upaya pelestarian Candi ini harus terus menerus diperhatikan.

Dalam pembukaan pameran kai ini, penonton juga disuguhi sendratari Ramayana yang biasa dipertunjukan pada setiap bulan Purnama di Candi Prambanan. Dalam pameran ini juga dipamerkan batu candi asli yang digunakan untuk membuat candi dari abad ke 9 maupun replika batu candi yang dibuat sesudah abad 9.

"Kami mendatangkan 2 ton batu asli Candi yang berasal dari Candi Prambanan, Candi Sewu, dan umurnya sudah lebih dari 1000 tahun," ucap Junus Satrio Atjmodjo, Direktur Peninggalan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Dia juga menambahkan, candi itu sesungguhnya bukan milik bangsa Indonesia semata, karena hakikatnya candi itu merupakan warisan dan yang namanya warisan itu bukan milik hanya bangsa tetapi milik umat manusia.

Sedangkan pidato dari wakil pimpinan harian Kompas Gramedia, St Sularto mengatakan bahwa dengan pameran ini kita diingatkan kembali akan nilai sebuah peradaban. "Kita layak bangga akan Candi prambanan dan Candi Sewu," ucap Sularto.

Pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu "Menjaga Warisan Umat Manusia" berlangsung dari tanggal 15 Januari 2010 - 24 Januari 2010 di Bentara Budaya Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau