"Menginap" di Cipinang, Anggodo Belum Dijenguk

Kompas.com - 15/01/2010, 10:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah semalaman menginap di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2010) pagi ini belum ada yang menjenguk Anggodo Widjojo. Bahkan, pengacaranya, Bonaran Situmeang, juga belum terlihat menyambangi rutan ini.

Berdasarkan tata cara kunjungan tahanan yang terpampang di samping pintu masuk rutan, hari ini memang tidak ada jadwal untuk membesuk tahanan. Diterangkan, jadwal membesuk hanya dilakukan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Untuk pagi hari, pembesuk dapat menengok tahanan pukul 10.00 hingga 12.00. Untuk siangnya, pembesuk dapat disambangi pada pukul 13.00 hingga 15.00.

Hal ini dibenarkan oleh seorang aparat rutan. "Hari ini kan Jumat, jadi tidak boleh ada yang membesuk. Tapi, kadang-kadang juga kami izinkan kalau tamunya datang dari jauh," tutur sumber Kompas.com di Rutan Cipinang saat ditemui di Rutan Cipinang, Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, hingga kini belum ada yang membesuk Anggodo, termasuk pihak keluarga. Sementara itu, penjagaan di Rutan Cipinang sangat ketat. Wartawan yang ingin meliput ke dalam pun tidak diizinkan masuk oleh petugas.

Sebelumnya, Kamis malam, Anggodo dibawa ke Rutan Cipinang. Anggodo berada di dalam sel umum di lantai tiga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau