Asuransi Kesehatan, Puskesmas Tak Siap Kartu Baru

Kompas.com - 15/01/2010, 13:15 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com  - Distribusi kartu asuransi kesehatan baru di Kulon Progo, DI Yogyakarta memunculkan masalah. Beberapa puskesmas tak bersedia menerima kartu tersebut dengan alasan belum punya alat khusus pembaca kartu dari PT Askes.

Kartu asuransi kesehatan (askes) yang baru sudah dibagikan sejak Januari di kalangan pegawai negeri sipil daerah. Kartu itu berbentuk seperti kartu kredit atau ATM bank, dengan ukuran 8,5 sentimeter x 5,5 sentimeter.

Selain memuat nomor, nama, dan tanggal kelahiran, kartu yang berwarna kuning itu turut dilengkapi dengan kode garis (barcode) yang berisi identitas pemilik kartu. Kode garis ini hanya bisa dibaca dengan alat pemindai khusus, seperti terdapat pada mesin-mesin kasir pasar swalayan.

"Alat pembaca itu yang belum ada di puskesmas. Kami pun tidak tahu kapan alat akan diberikan," ujar Kepala Puskesmas Sentolo I Sandrawati Said, Jumat (15/1/2010).

Karena itu, Sandrawati belum bersedia menerima kartu askes baru dan tetap meminta pasien menunjukkan kartu lama. Tindakan ini juga diterapkan Kepala Puskesmas Galur I Eko Damayanti. Ia tetap menggunakan metode pencatatan kartu askes lama agar tidak menyulitkan pasien maupun puskesmas.

Eko menyayangkan sikap PT Askes yang sudah membagikan kartu tanpa ada sosialisasi terlebih dulu kepada puskesmas. Menurut Eko, PT Askes hanya pernah melontarkan rencana penggantian kartu sekitar akhir tahun 2009, namun belum diketahui kapan kartu baru akan didi stribusikan kepada masyarakat.

"Bentuk kartu askes baru saja baru kami ketahui minggu ini. Staf kami sempat kaget karena menerima kartu askes yang berbeda dari sebelumnya," tambah Eko.

Sejumlah kepala puskesmas lain juga mendapati kekeliruan penulisan nama dan tanggal lahir pada kartu askes baru. Data itu berbeda dengan data pasien manual yang disimpan puskesmas.

Mengenai masalah ini, Kepala Cabang Utama PT Askes Yogyakarta Gatot Subroto mengatakan kartu baru memang akan didistribusikan mulai Januari hingga Februari mendatang. Sosialisasi mengenai kartu askes baru dilakukan bersamaan dengan distribusi, sehingga kemungkinan memang ada beberapa puskesmas yang belum mendapatkan sosialisasi tersebut.

"Sembari menyosialisasikan penggunaan kartu, kami juga akan melengkapi basis data pemilik kartu askes sekaligus pemasangan alat di komputer masing-masing puskesmas hingga akhir Februari," ujar Gatot saat dihubungi melalui telepon.

Gatot berharap sosialisasi dan pemasangan alat pembaca kartu sudah selesai paling lambat awal Maret, sehingga kartu itu bisa segera digunakan. Kartu askes baru juga sulit dipalsukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau