Pengunjung Bosscha Puas Bisa Leluasa Melihat Gerhana

Kompas.com - 15/01/2010, 17:11 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dibanjiri pengunjung, Jumat (15/1/2010). Ibu rumah tangga, mahasiswa, anak sekolah, hingga wartawan antusias menyaksikan gerhana matahari.

Mendung yang menggelayut di langit sejak pagi tidak menyurutkan animo pengunjung yang hadir di Bosscha sejak menjelang tengah hari. Mereka tidak ingin melewatkan momen gerhana matahari yang menurut para ahli adalah terlama di milenium ini.

Meski awalnya kecewa karena sempat terjadi hujan dan mengancam gagalnya pengamatan langsung, pengunjung yang hadir langsung bersorak sorai ketika cuaca tiba-tiba cerah pada Pukul 15.10 WIB. Matahari yang dari pagi terus saja tertutup awan tiba-tiba menampakkan diri dengan cahayanya yang terik.  

"Syukurlah, berkat doa bapak-bapak ibu-ibu sekalian, kita bisa melakukan pengamatan. Matahari terlihat. Padahal kita sempat pesimis karena langit terus-terusan mendung," tutur Direktur Observatori um Bosscha Hakim L. Malasan kepada sejumlah pengunjung yang hadir di Bosscha.

Hakim juga berkesempatan memeragakan cara kerja alat coleostat, yaitu fasilitas baru di Rumah Teropong Surya, Bosscha, yang berfungsi untuk menampilkan citra matahari. Para pengunjung pun terkagum-kagum melihat citra (proyeksi) bulan yang berada di kotak berukuran 30 x 30 centimeter.

"Tidak hanya matahari dan bayangan bulan, bahkan awan yang bergerak pun terlihat. Yang jelas, ini aman untuk dilihat langsung," tutur Hakim. 

Setidaknya 300 orang pengunjung hadir di Observatorium Bosscha saat itu. MerekA berkesempatan menggunakan teropong Unitron dan alat lainnya dengan cuma-cuma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau