Gila, Pungli Angkutan Batu Bara Capai 1,4 Triliun

Kompas.com - 15/01/2010, 17:17 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, Ir Gusti Perdana Kesuma, menduga pungutan liar atas aktivitas angkutan batu bara di Kalsel mencapai Rp 1,4 triliun.

Dugaan itu terungkap saat rapat Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi serta perhubungan dengan mitra kerja yaitu dinas perhubungan dan komunikasi (Dishubkom) Kalsel di Banjarmasin, Jumat (15/1/2010).

Ketua Komisi III DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Golkar menanyakan alur pungutan atas angkutan batu bara, ternyata mereka tidak mengetahui serta menyatakan tak pernah melakukan pungutan.

"Informasi yang kami terima dari rapat kerja dan dengar pendapat selama ini, telah terjadi pungutan atas angkutan batu bara yang melintas alur Sungai Barito berkisar antara Rp 17-20 juta," tuturnya.

Pengangkutan batu bara Kalsel melalui Sungai Barito pada 2009 mencapai 70 juta ton lebih. Sehingga kalau dikalikan hanya dengan perhitungan Rp 17 juta X 8.750 tongkang yang memuat 8000 ton/buah, maka pungutan itu mencapai Rp 1,4 triliun.

"Oleh sebab itu, komisi III DPRD Kalsel dalam melaksanakan tugas dan fungsinya akan terus melacak dan mempertanyakan pungutan yang tak diketahui Dishubkom itu," tandasnya.

Selain itu, pihak aparat pengawasan dan penegak hukum sebaiknya ikut memantau dan menindaklajuti bila terjadi pungutan yang tak sesuai ketentuan yang berlaku.

H. Muhidin, anggota komisi III DPRD Kalsel dari Fraksi PBR berpendapat, kalau betul terjadi pungli yang mencapai triliunan rupiah, maka hal tersebut tak bisa ditoleransi.

"Karena duit triliunan rupiah itu cukup besar dan sangat berarti untuk peningkatan kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat Kalsel," tandasnya.

Dalam Raker bersama komisi III DPRD Kalsel yang berlangsung hampir tiga jam itu, hadir Kepala Dishubkom Kalsel, Drs. H. Fahrian Hifni M.Si.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau