Idrus Tegaskan Golkar Berkoalisi dengan Demokrat

Kompas.com - 15/01/2010, 17:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi pernyataan Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar soal koalisi Golkar, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan bahwa partainya merupakan koalisi dari pemerintahan SBY-Boediono.

Menurutnya, koalisi dibangun secara formal oleh kedua pimpinan partai. "Yang jelas, Golkar adalah koalisi dengan SBY-Boediono," tegasnya seusai menerima kunjungan para mahasiswa dan elemen masyarakat dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century di Gedung DPR RI, Jumat (15/1/2010).

Dalam gonjang-ganjing evaluasi koalisi saat ini, Idrus mengaku tak khawatir. Evaluasi koalisi ini menjadi hak semua peserta koalisi. "Presiden berhak evaluasi menteri Golkar. Golkar pun akan mengevaluasi. Kalau tidak efektif, kami bisa tarik. Presiden pemerintah punya hak, anggota koalisi juga. Itu ada dalam MoU," ujarnya.

Idrus merasa yakin pemerintahan SBY tetap menghargai anggota koalisi untuk melakukan fungsi partai dan mengkritisi secara obyektif dan konstruktif. Semua juga sepakat terhadap aturan main yang ada untuk tidak saling memaksakan kehendak. "Kalau ada anggota kabinet mau ditarik, presiden harus bicarakan dulu dengan pimpinan partai. Kalau tiga menteri tidak efektif, kami akan tarik juga," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau