PARIS, KOMPAS.com — Perancis akan menghentikan deportasi imigran gelap Haiti dan untuk sementara akan membuka perbatasannya bagi korban gempa bumi yang membutuhkan pertolongan.
Perancis mempunyai sekitar 80.000 imigran Haiti karena negara kepulauan yang terpuruk itu pernah menjadi jajahan Perancis dari tahun 1697 sampai akhirnya merdeka tahun 1804. Bahasa Perancis masih sebagai salah satu bahasa resmi Haiti di samping Creole.
Presiden Perancis Nicholas Sarkozy, Kamis, seperti diberitakan VOA, menyerukan konferensi internasional mengenai pembangunan kembali Haiti. Ia mengatakan, dunia harus mengusahakan agar negara itu bebas sama sekali dari apa yang disebutnya sebagai "nasib buruk".
Perancis telah mengirim beberapa pesawat yang penuh bantuan darurat dan tim-tim SAR ke Haiti. Sarkozy mengatakan, dua kapal perang Perancis juga akan menuju Haiti. Ia juga berencana mengunjungi Haiti langsung dalam minggu-minggu mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang