JAKARTA, KOMPAS.com — Aliran air Kali Cipinang sebentar lagi akan mengalir ke Banjir Kanal Timur (BKT). Sebuah alat berat pengeruk tanah mulai membongkar tanggul yang semula menghambat aliran air Kali Cipinang ke BKT, Sabtu (16/1/2010).
Terlihat di lokasi tanggul, RT 6 RW 6, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, sedikit demi sedikit tanah merah tanggul mulai terangkat. Beberapa orang pekerja sedang mencangkul tanah merah hasil kerukan dan memasukkan tanah ke dalam karung putih.
Rencananya, hari ini tanggul yang dibongkar hanya sepanjang lima meter. "Kita coba lima meter dulu. Sebentar, paling satu setengah jam selesai," ujar Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Departemen Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio, saat berbincang dengan para wartawan di kawasan BKT, Duren Sawit.
Tanggul yang memisahkan aliran Kali Cipinang Besar dan BKT ini tidak dibuka seluruhnya dengan alasan banyaknya sampah yang menumpuk di Kali Cipinang. "Akan jebol sendirinya, sampah yang masuk ke BKT nanti banyak sekali. Maka kita akan pasang jaring juga nanti," imbuh Pitoyo.
Menurut antauan Kompas.com, tumpukan sampah terlihat di batas tanggul arah Kali Cipinang. Sampah dari air Kali Cipinang tertahan oleh tanggul sehingga menumpuk, merusak pemandangan, dan mengeluarkan bau tak sedap. Sebelumnya, baru empat aliran air kali yang dapat dialirkan ke kanal sepanjang 23,5 km, yakni Kali Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung. Sementara air Kali Cipinang belum dialirkan ke BKT dengan alasan airnya masih kotor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang