JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Lapas Narkotika Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Ibnu, menegaskan, tidak ada perlakukan khusus bagi seluruh narapidana yang mendekam di lapas yang dipimpinnya. Pihaknya juga tak mengutip uang kepada seluruh napi selama dalam penjara.
"Tak ada perlakuan khusus," tegas dia kepada Kompas.com, Sabtu (15/1/2010), ketika dimintai tanggapan mengenai kasus terpidana Arthalyta Suryani alias Ayin yang ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Seperti diketahui, Ayin sewaktu ditahan di rutan Pondok Bambu mendapatkan fasilitas mewah. Di dalam selnya, ia dapat menjalani perawatan wajah, terdapat fasilitas mewah seperti TV flat 21 inci, pendingin udara, springbed double, alat kebugaran, meja rias, kamar mandi mewah, dan fasilitas lain.
Ibnu menolak berkomentar banyak mengenai isu yang sedang hangat diperbincangkan publik itu. "Silahkan tanyakan ke narapidana. Kalau saya yang jawab nanti subyektif," jawab dia.
Kompas.com pun mencoba menanyakan kepada beberapa napi perihal perlakuan khusus di dalam tahanan. Salah satu narapidana, Iwan (23) warga Tanggerang, mengatakan, selama ia menjalani hukuman dua tahun enam bulan, tak pernah melihat perlakuan berbeda kepada tahanan. "Kalau fasilitas tahanan, semua sama perlakuannya disini," ucap dia.
Namun, kata Iwan, penyimpangan pernah terjadi saat dipimpin Kepala Lapas sebelumnya. Para napi kerap dikutip berbagai uang selama di dalam tahanan. "Diminta uang blok, uang segala macam. Keluarga dari luar juga sering diminta. Sekarang udah ngga ada lagi," ungkapnya.
Senada dikatakan Aldi (24) yang telah menjalani enam bulan penjara. "Selama saya di sini nggak ada perlakuan berbeda. Kaya miskin sama" kata dia.
Fasilitas apa yang ada di kamar?, "Kasur, lemari, kamar mandi tanpa sekat. Itu aja," jawab dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang