Butuh Rp 3,5 T Agar Kapasitas dan Isi di Lapas Seimbang

Kompas.com - 16/01/2010, 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Untung Sugiyono, mengatakan, diperlukan dana sekitar Rp 3,5 triliun untuk membangun lembaga permasyarakatan atau rumah tahanan agar mencapai titik keseimbangan antara kapasitas hunian dengan isi di seluruh Indonesia.

"Pembangunan lapas atau rutan rata-rata hanya dua persen setiap tahun tak sebanding dengan rata-rata yang masuk sebesar empat persen. Diperlukan dana sekitar Rp 3,5 triliun agar seimbang," ucap dia ketika berkunjung ke Lapas Narkotika Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2010).

Untung menjelaskan, karena keterbatasan dana, pihaknya telah menyusun tiga prioritas wilayah berdasarkan kelebihan kapasitas isi untuk dilakukan pembangunan. Prioritas I, wilayah dengan kelebihan kapasitas di atas 75 persen. Ada 10 wilayah dalam prioritas I dengan posisi teratas Kalimantan Timur dengan kelebihan isi sebesar 173 persen,  disusul DKI Jakarta 170 persen.

Prioritas II, kata dia, wilayah yang memiliki kelebihan kapasitas di antara 50 persen hingga 75 persen. Ada lima wilayah dalam prioritas II. Posisi teratas yaitu Kalimantan Barat dengan kelebihan kapasitas 73 persen.

Prioritas III, tambah Untung, yaitu wilayah yang memiliki kelebihan kapasitas di bawah 50 persen. Ada 18 wilayah dalam prioritas III dengan posisi teratas Sulawesi Tenggara mencapai 42 persen.

Dia menambahkan, untuk mengatasi kelebihan kapasitas di rutan atau lapas di sejumlah wilayah itu, pihaknya telah melakukan berbagai cara yaitu dengan memindahkan napi agar hunian merata.

"Namun itu bukan solusi. Pemindahan akan menjauhkan napi dari keluarga sehingga jadi hambatan untuk mengintegrasikan kembali napi dengan keluarga," jelas dia.

Cara lain, ucap Untung, dengan meningkatkan pemberian pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat. "Tahun 2009 kita sudah berikan kepada sekitar 23 ribu napi. Ini merupakan langkah strategis. Sebaiknya sih kasus pidana kecil di mediasi saja. Orang yang masuk sudah lebih banyak dari pada yang keluar," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau