STOKE, KOMPAS.com - Stoke City menambah derita Liverpool setelah berhasil menahan imbang 1-1 dalam lanjutan Premier League, di Stadion Britania, Sabtu (16/1/2010). Hasil ini menambah luka bagi para pendukung Liverpool yang berharap timnya bisa menang setelah tersingkir dari Piala FA.
Hasil itu juga makin menjauhkan harapan "The Reds" untuk bisa masuk empat besar. Mereka tetap terbenam di urutan ke-7 dengan nilai 34.
Pada laga tersebut, Liverpool yang tanpa Fernando Torres dan Steven Gerrard, berusaha mengambil inisiatif serangan. Liverppol mendapat peluang pertama dari aksi Lucas pada menit ke-16. Sayang, tembakannya masih bisa membentur salah satu bek Stoke City.
Pada menit ke-26, Lucas juga melakukan penetrasi berbahaya. Namun sayang, sebelum menyelesaiakan usahanya, ia dijatuhkan Higginbotham di kotak penalti. Namun, wasit tak melihatnya sebagai pelanggaran.
Javier Mascherano dkk tak ambil pusing dengan hal tersebut. Mereka terus menekan dan mencari peluang mencetak gol. Namun, beberapa peluang masih bisa digagalkan lini pertahanan Stoke. Alhasil, hingga peluit tanda turun minum berbunyi, Liverpool belum mampu mencetak satu pun gol.
Selepas turun minum, Liverpool kesulitan mengembangkan serangan. Pasalnya, mereka mendapat tekanan hebat dari tim tuan rumah. Bahkan, gawang Liverpool yang dikawal Pepe Reina nyaris kebobolan oleh aksi Sanli Tuncay pada menit ke-55. Beruntung, gawang Reina masih aman setelah tembakan Tuncay masih melebar.
Selanjutnya, meskipun dalam tekanan yang cukup hebat, Liverpool berhasil unggul berkat gol yang diciptakan Sotirios Kyrgiakos pada menit ke-58. Saat itu, Kyrgiakos berhasil memaksimalkan kemelut di depan gawang Stoke, setelah hasil tendangan bebas Fabio Aurelio.
Gol ini tak lantas membuat Liverpool menguasai laga. Mereka kembali berada dalam tekanan tim tuan rumah. Bahkan, Stoke nyaris menciptakan gol balasan lewat aksi Tuncay pada menit ke-61. Menerima umpan silang Ryan Shawcross, Tuncay langsung menanduk bola. Namun sayang, bola masih melayang di atas mistar.
Melihat timnya berada dalam tekanan, pelatih Rafael Benitez melakukan perubahan strategi. Ia memasukkan pemain anyarnya Maxi Rodriguez menggantikan Degen pada menit ke-76.
Namun, masuknya Maxi tak banyak berpengaruh terhadap daya gedor Liverpool. Mereka kembali berada dalam tekanan tim tuan rumah. Bahkan, Liverpool harus menerima pil pahit karena gawang Reina kebobolan oleh aski Robert Huth pada menit ke-90. Saat itu, Huth berhasil meneruskan bola hasil tandukan Higginbothan yang memanfaatkan sepak pojok dari sektor kiri.
Tak ingin kehilangan poin, Liverpool berusaha memaksimalkan sisa waktu yang ada. Pada masa injury time, Liverpool nyaris mencetak gol lewat aksi Kuyt. Sayang, tandukan Kuyt yang memaksimlakan umpan Insua masih membentur tiang. Peluang tersebut menjadi peluang terakhir dalam laga ini. Alhasil, "The Kop" harus dipaksa berbagai poin dengan Stoke.
Susunan Pemain
Stoke City: Sorensen, Faye (Wilkinson 26), Shawcross, Higginbotham, Huth, Diao, Whitehead, Etherington, Delap (Lawrance 24), Sanli, Sidibe
Liverpool: Reina, Kyrgiakos, Skrtel, Insua, Carragher, Lucas, Mascherano, Aurelio, Degen (maxi 77), Ngog, Kuyt
Stoke City menambah derita Liverpool setelah berhasil menahan imbang 1-1 dalam lanjutan Premier League, di Stadion Britania, Sabtu (16/1/2010). Tentunya, hasil ini menambah luka bagi para pendukung Liverpool yang berharap timnya bisa menang setelah tersingkir dari Piala FA.
Pada laga tersebut, Liverpool yang tanpa Fernando Torres dan Steven Gerrard, berusaha mengambil inisiatif serangan. Liverppol mendapat peluang pertama dari aksi Lucas pada menit ke-16. Sayang, tembakannya masih bisa membentur salah satu bek Stoke City.
Kemudian, pada menit ke-26, Lucas juga melakukan penetrasi berbahaya. Namun sayang, sebelum menyelesaiakan usahanya, ia dijatuhkan Higginbotham di kotak penalti. Namun, wasit tak melihatnya sebagai pelanggaran.
Javier Mascherano dkk tak ambil pusing dengan hal tersebut. Mereka terus menekan dan mencari peluang mencetak gol. Namun, beberapa peluang masih bisa digagalkan lini pertahanan Stoke. Alhasil, hingga peluit tanda turun minum berbunyi, Liverpool belum mampu mencetak satu pun gol.
Selepas turun minum, Liverpool kesulitan mengembangkan serangan. Pasalnya, mereka mendapat tekanan hebat dari tim tuan rumah. Bahkan, gawang Liverpool yang dikawal Pepe Reina nyaris kebobolan oleh aksi Tuncay Sanli pada menit ke-55. Beruntung, gawang Reina masih aman setelah tembakan Tuncay masih melebar.
Selanjutnya, meskipun dalam tekanan yang cukup hebat, Liverpool berhasil unggul berkat gol yang diciptakan Sotirios Kyrgiakos pada menit ke-58. Saat itu, Kyrgaiakos berhasil memaksimalkan krisis di depan gawang hasil tendangan bebas Fabio Aurelio.
Gol ini tak lantas membuat Liverpool menguasai laga. Mereka kembali berada dalam tekanan tim tuan rumah. Bahkan, Stoke nyaris menciptakan gol balasan lewat aksi Tuncay pada menit ke-61. Menerima umpan silang Ryan Shawcross, Tuncay langsung menanduk bola. Namun sayang, bola masih melayang di atas mistar.
Melihat timnya berada dalam tekanan, Pelatih Rafael Benitez melakukan perubahan strategi. Ia memasukkan pemain anyarnya Maxi Rodriguex menggantikan Degen pada menit ke-76.
Namun, masuknya Maxi tak banyak berpengaruh terhadap daya gedor Liverpool. Mereka kembali berada dalam bayang-bayang tim tuan rumah. Bahkan, Liverpool harus menerima pil pahit karena gawang Reina kebobolan oleh aski Robert Huth pada menit ke-90. Saat itu, Huth berhasil meneruskan bola hasil tandukan Higginbothan yang memanfaatkan sepak pojok dari sektor kiri.
Tak ingin kehilangan poin, Liverpool berusaha memaksimalkan sisa waktu yang ada. Pada masa injury time, Liverpool nyaris mencetak gol lewat aksi Kiyt. Namun sayang, tandukan Kuyt yang memaksimlakan umpan Insua masih membentur tiang. Peluang tersebut menjadi peluang terakhir dalam laga ini. Alhasil, "The Kop" harus dipaksa berbagai poin dengan Stoke.
Susunan Pemain
Stoke City: Sorensen, Faye (Wilkinson 26), Shawcross, Higginbotham, Huth, Diao, Whitehead, Etherington, Delap (Lawrance 24), Sanli, Sidibe
Liverpool: Reina, Kyrgiakos, Skrtel, Insua, Carragher, Lucas, Mascherano, Aurelio, Degen (maxi 77), Ngog, Kuyt